Pendampingan Individu Calon Guru Penggerak SMK Kesehatan Purworejo

    


Pendampingan Individu kedua yang dilakukan Lia Puspitasari, S.Psi., M.Psi., pengajar praktik, pendamping Arini Fadilah, S.Pd., calon guru penggerak dari SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (26/11/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Lia Puspitasari, S.Psi., M.Psi. dari SMAN 7 Purworejo, melakukan Pendampingan Individu kedua pada Arini Fadilah, S.Pd., calon guru penggerak angkatan ke 6 dari SMK Kesehatan Purworejo, Sabtu (26/11/2022).

Dalam pendampingan individu kedua ini, Lia Puspitasari merupakan pengajar praktik, pendamping calon guru penggerak Arini Fadilah, yang dalam kesempatan tersebut membahas tentang Visi dan Prakarsa Perubahan Sekolah.

“Dalam bahasan visi tersebut, membahas mengenai Visi yang dipilih oleh guru penggerak kemudian dilakukan revisi, dilanjutkan dengan diskusi dengan kepala sekolah, rekan sejawat, TU serta Waka mengenai Visi tersebut,” ujar Arini, usai kegiatan.

Menurut Arini, telah didapatkan visi baru dari guru penggerak tersebut yang tadinya berorientasi pada murid, sekarang visinya sudah mendapatkan visi yang lebih mendalam dan lebih luas lagi, menjadi sekolah pusat keunggulan yang sesungguhnya sampai tahun 2025.

Maksud visi tersebut, kata Arini, memberikan pandangan luas mengenai sekolah pusat keunggulan itu yang seperti apa, mencerminkan guru nantinya harus bersikap dan memiliki keteladanan seperti apa, kemudian siswa dan muridnya sikap dan sifat keteladanan seperti apa, juga orangtua dan warga sekolah, khususnya di SMK Kesehatan Purworejo.

“Dari hasil diskusi yang dilakukan rekan sejawat, TU dan kepala sekolah, perumusan visi sekolah tersebut melalui tahap yang cukup panjang, yakni melalui tahap BAGJA, yang merupakan akronim dari Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur eksekusi,” ungkap Arini.

Pada Buat pertanyaan, jelas Arini, ada pertanyaan pemantik mengenai kebutuhan belajar siswa, lingkungan sekolah dan sebagainya. Pada Ambil pelajaran, pertanyaan pada tahap ini merupakan pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan atau aset dan potensi melalui kegiatan penyelidikan.

Untuk Gali mimpi, dari jawaban pertanyaan-pertanyaan pada tahap ini dapat digunakan untuk menyusun narasi kolektif bila mana pemrakarsa perubahan telah terwujud membuat bayangan dan gambaran yang membumi karena digali dari masa lalu yang positif.

Pada Jabarkan rencana/didesain, pada pertanyaan di tahap ini diharapkan dapat membantu mengidentifikasi tindakan kongkrit atau menjabarkan langkah-langkah yang diperlukan, baik langkah kecil, sederhana yang dapat dilakukan segera atau langkah berani, terobosan yang akan memudahkan keseluruhan proses pencapaian.

“Dalam Atur eksekusi, pertanyaan pada tahap ini diharapkan dapat menentukan siapa yang akan berperan dalam pengambilan keputusan, memulai budaya belajar yang apresiatif serta berkelanjutan menyelaraskan interaksi setiap orang atau yang khususnya terlibat termasuk mengelola konflik atau resiko, memonitor dan mengambil pembelajaran dari proses yang telah dilakukan,” terang Arini.

Nuryadin, S.Sos., M.Pd., selaku Kepala SMK Kesehatan Purworejo berpendapat, kiranya tepat dengan pembahasan tentang visi misi sekolah dalam pendampingan individu tersebut

“Saya berharap para guru juga paham, dengan apa yang dibahas sehingga nantinya bisa menjadi bahan dalam pembahasan visi misi SMK Kesehatan Purworejo lima tahun kedepan,” ujar Nuryadin.

Lia Puspitasari, selaku pengajar praktik, pendamping calon guru penggerak Arini Fadilah menilai, dari proses yang sudah disampaikan Arini, sudah seperti alurnya yang ada di program guru Penggerak. Modul yang ada terkait dengan tahapan BAGJA, dimana dalam tahapan BAGJA fokusnya bagaimana melihat hal-hal positif, inquiri apresiatif.

“Kita melihat latar belakang yang ada di sekolah, hal positif apa yang muncul, sebagai impian yang diwujudkan dalam sebuah visi. Nantinya Arini akan menerapkan atau mengembangkan visi tersebut menjadi sebuah misi dan kegiatan atau program yang mendukung visi tersebut,” pungkas Lia. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS