Penanganan Kecelakaan Pesawat di Bandara Ngurah Rai Bali

    


Pesawat yang diceritakan sebagai Airbus rute Australia-Denpasar yang digunakan untuk latihan penanganan kecelakaan pesawat di Bandara Ngurah Rai Bali, 18 Oktober 2016 - Foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bangkai pesawat Airbus rute Australia-Denpasar mengalami crash landing di runway 27 Bandara Ngurah Rai Bali. Pesawat bernomor A.330-200 menabrak pagar pembatas landasan kemudian terbakar. Sebagian badan pesawat terlihat masuk ke dalam rawa.

Dalam tragedi itu, didapati korban meninggal dunia sebanyak 140 orang terdiri dari warga negara Australia sebanyak 123 orang, 5 orang warga negara Indonesia,10 orang warga negara Malaysia dan 2 orang warga negara Singapura.

Tim penyelamat dan paramedis segera melakukan evakuasi terhadap korban dan melarikannya ke sejumlah klinik terdekat seperti Graha Asih, BIMC, SOS Medica dan RSUP Sanglah, Denpasar.

Peristiwa tersebut menjadi bagian dari skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-89 yang dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai Bali, 18 Oktober 2016.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Bali itu mengambil tema ‘Dengan Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) dan Avsec Exercise ke-89, Kita Tingkatkan Fungsi Koordinasi, Komunikasi dan Komando antar Stake Holder untuk Mewujudkan Pelayanan Prima di Bandara International I Gusti Ngurah Rai-Bali’.

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di Kabupaten Badung, jajaran Korem 163/WSA dan Komandan Satuan Brimob Polda Bali.
 
 
Yan