Penambang Pasir Temukan Ranjau Darat

    


Ranjau darat aktif sisa peninggalan perang dunia kedua, yang ditemukan Fandi Ahmad (34), warga Desa Kelopogodo,Kecamatan Gombong, Kebumen, bersama seorang temannya, saat menambang pasir - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Fandi Ahmad (34), warga Desa Kelopogodo,Kecamatan Gombong, Kebumen, bersama seorang temannya temukan benda aneh berbentuk botol berwarna hijau tua, saat menambang pasir di Kali Lowereng, dekat jembatan Brangkal, Sabtu (3/11) lalu.

Curiga akan benda kusam dengan ukuran panjang 15 cm, diameter 5 cm yang terbungkus tanah dan pasir itu, keduanya lantas melaporkannya ke Polsek Gombong.

“Saat dilakukan identifikasi oleh Sat Brimob, ranjau tersebut diperkirakan ranjau anti tank, sisa peninggalan perang dunia ke dua,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kasubbag Humas AKP Suparno, Senin (5/11).

Ranjau tersebut lantas dimusnahkan oleh Brimob Detasemen Gegana Banyumas, bersama dengan Polsek Gombong dan Koramil Gombong, Senin (5/11) siang, di persawahan jauh dari pemukiman penduduk, Desa Wonosigro, Gombong Kebumen.

Atas kejadian itu, Suparno mengapresiasi kepada warga yang menemukan ranjau tersebut, yang langsung melaporkannya ke polisi, sehingga tidak membahayakan orang lain.

Lebih jauh Suparno menjelaskan, dalam sejarahnya di berbagai tempat di Kabupaten Kebumen, merupakan tempat pertempuran antara pasukan Republik Indonesia dengan pasukan penjajah.

“Kemungkinkan masih banyak amunisi aktif yang harus diwaspadai oleh warga yang masih terpendam tanah,” kata Suparno. (Jon)