Pemohon SIM dan BPKB di Purworejo Wajib Menjalani Sterilisasi

    


Masyarakat yang akan memasuki Satlantas Polres Purworejo, wajib menjalani sterilisasi di ruang sterilisasi, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Para pemohon SIM dan BPKB di Purworejo, wajib menjalani sterilisasi, di ruang sterilisasi, sebelum mereka menuju ruang pelayanan. Namun sebelumnya, mereka juga harus diukur suhu tubuhnya menggunakan alat termometer digital (infrared).

Ketentuan tersebut, juga berlaku untuk anggota Satlantas, dan masyarakat yang akan menuju ruang pelayanan lainnya. Hal itu ditegaskan oleh Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Dani Kurniawan, melalui Kanit Regident, Ipda Muslim Hidayat.

“Intinya, setiap masyarakat yang akan masuk ke Satlantas wajib memasuki ruang sterilisasi. Hal ini juga berlaku untuk anggota, dan mulai berlaku mulai hari ini,” jelas Muslim Hidayat, Kamis (26/3).

Menurut Muslim Hidayat, hal tersebut merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP), yang diterapkan untuk anggota dan masyarakat, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Untuk bahan yang dipergunakan dalam sterilisasi ini, juga aman untuk kesehatan, yakni, campuran dari antiseptik, air mineral, dan pewangi, yang dicampur dengan komposisi tertentu.

Di dalam sebuah ruangan berdinding plastik transparan yang dimodifikasi sedemikian rupa, si pemohon masuk dengan menghadap ke depan (kipas angin), kemudian berputar 180 derajat searah jarum jam sampai seluruh tubuh terkena disinfektan. Setelah selesai, bisa meninggalkan ruang sterilisasi.

“Di beberapa titik pada ruang-ruang pelayanan, sudah kita sediakan hand sanitizer. Para pemohon diarahkan untuk cuci tangan terlebih dahulu,” kata Muslim Hidayat.

Untuk para petugas, ujar Muslim Hidayat, dalam memberikan pelayanan juga harus memperhatikan jarak aman, antara petugas dengan masyarakat. Demi keamanan, supaya lebih safety, dalam memberikan pelayanan, petugas memakai masker dan sarung tangan.

Muslim Hidayat juga menjelaskan, selama masa tanggap darurat Covid-19 (virus Corona), jam pelayanan pada SIM maupun Samsat, ada perubahan. Untuk hari Senin – Kamis, dari jam 08.00 WIB hingga 12.30 WIB, hari Jum’at jam 08.00 WIB hingga jam 11.00 WIB, dan Sabtu, dari jam 08.00 WIB hingga jam 11.30 WIB.

“Ruang sterilisasi ini, juga kita sediakan di Samsat Purworejo dan Samsat Bagelen. Tujuannya sama, mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Muslim Hidayat.

Selama masa tanggap darurat Covid-19 ini, jelas Muslim Hidayat, ada dispensasi khusus bagi masyarakat yang akan melakukan perpanjangan SIM, yakni, SIM yang habis masa berlakunya dari tanggal 17 s/d 30 Maret 2020, dapat melakukan perpanjangan setelah tanggal 31 Maret 2020 (tidak proses baru).

Khusus ODP (Orang Dalam Pemantauan), maupun suspect, dapat melakukan perpanjangan SIM (tidak proses baru), setelah dinyatakan sehat, dengan membawa bukti surat keterangan dari rumah sakit.

“Dasar dari dispensasi tersebut, telegram dari Kapolri no ST/943/III/YAN.1.1/2020 tanggal 20-03-2020, dan ST/905/III/YAN.1.1/2020 tanggal 26-03-2020,” pungkas Muslim Hidayat. (Jon)