Pemkab Purworejo Jalin Kerjasama dengan Perusahaan Asal Swedia

    


Penandatanganan Letter of Intent, antara Pemkab Purworejo dengan perusahaan Supertext dari Swedia - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Guna mengimplementasikan program prioritas pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Nawacita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa-desa, Pemkab Purworejo melakukan kerjasama dengan Supertext, sebuah perusahaan asal Swedia yang begerak dalam bidang komunikasi dan informatika.

Kerjasama ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh kedua belah pihak di Bussines Center, Hotel Mandarin Jakarta, Selasa (10/4).

Dari pihak Pemkab Purworejo, LoI ditandatangani secara langsung oleh Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM. Sementara dari pihak Supertext ditandatangani oleh Chief Executif Officer of Supertext, Martin Jacobson.

Penandatangan kerjasama itu juga disaksikan oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismar Skoog.

Turut mendampingi Bupati, Ketua DPRD Purworejo Ir Luhur Pambudi Mulyono STMM, Sekda Purworejo Drs Said Romadhon, Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Purworejo (DINPPKP) Ir Bambang Asmara Jati M Eng, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Purworejo (DINKOMINFO) Drs Sigit Budi Mulyanto MM, Kabag Humas dan Protokol Setda Purworejo Agus Ari Setiyadi SSos. Juga hadir, Pengurus Kadin George Iwan Marantika, Key Account Direktor of Supertext Indra Nusyirwan.

“Dengan kerjasama ini, kami mendorong Supertext supaya memiliki solusi yang baik, untuk berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Purworejo,” kata Agus Ari Setiyadi, mewakili bupati usai acara.

Dalam kerjasama tersebut, jelas Agus, kedua pihak telah setuju untuk membangun kerjasama dengan tujuan untuk memfasilitasi pengetahuan dan best prastice melalui jalur komunikasi umum.

Selain itu, juga untuk menyediakan platform komunikasi guna memberdayakan para petani di wilayah Purworejo, guna mendapatkan informasi mengenai tanaman pangan, cuaca, harga komoditas dan informasi lain yang dibutuhkan petani.

“Melalui platform komunikasi tersebut nantinya  dapat menunjang inovasi dengan pertukaran ide diantara para petani dan menyediakan jalur komunikasi digital langsung antara mentor dan para para petani. Harapannya, hal tersebut dapat menunjang peningkatan taraf hidup petani,” katanya.

Agus menambahkan, pengembangan pelaksanaan program-program tersebut mulai dilakukan pada saat perjanjian tersebut ditandatangani dan diharapkan layanan tersebut dapat mulai tersedia di wilayah Kabupaten Purworejo pada Desember 2018 ini.

Indra Nusyirwan, selaku Key Account Direktor of Supertext menjelaskan, kerjasama yang dilakukan bertujuan untuk memberdayakan petani, nelayan dan masyarakat Purworejo agar supaya lebih memanfaatkan teknologi digital.

“Bentuknya aplikasi, terutama untuk messaging service, informasi ter-update dibidang pertanian. Intinya untuk menjembatani dan meningkatkan penyebaran informasi dan inovasi-inovasi antar petani,” terangnya.

Kedepan, lanjutnya Indra, diharapkan aplikasi tersebut juga dapat untuk support bidang-bidang yang lain, seperti bidang kesehatan, smart city dan juga pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala DINPPKP Bambang Asmara Jati menjelaskan, pihaknya siap untuk menyediakan dan memberikan informasi tentang petani serta komunitas lain di daerah pedesaan.

“Aplikasi ini kan masih basic, jadi nanti kita memberikan data dan informasi untuk nanti dapat diolah oleh Supertext. Konten-konten yang terkait bidang pertanian nanti dari Dinas Pertanian. Seperti contoh adanya informasi terkait harga-harga komoditas pertanian,” katanya.

Bambang berharap, aplikasi tersebut dapat berguna sebagai sarana komunikasi antar petani agar dapat meningkatkan produktifitas dibidang pertanian. Dia juga berharap kedepan, aplikasi dapat dikembangkan untuk layanan-layanan dibidang lain.

Kepala DINKOMINFO Sigit Budi Mulyanto berharap, kerjasama tersebut dapat membantu Pemkab Purworejo agar lebih mampu dalam mengelola sumber daya yang ada. Selain itu juga diharapkan dapat lebih intens didalam melayani petani melalui bantuan teknologi informasi.

“Kedepan diharapkan kebutuhan akan informasi akan lebih tercukupi serta lebih efektif dan efisien. Sehingga dapat meningkatkan petani pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya. (Jon)