Pemkab Purworejo Jajaki Kerjasama Dengan Australia

    


Pertemuan Bupati Purworejo Agus Bastian, dengan Direktur ACPET (Assosiation Council for Private Education/Asosiasi Perguruan Tinggi Australia) Mr Matthew Traynor, di salah satu hotel di Yogyakarta, Senin malam (20/8) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemerintah Kabupaten Purworejo akan melakukan kerjasama bidang pendidikan dengan Australia. Rintisan kerjasama sudah diawali dalam pertemuan Bupati Purworejo, Agus Bastian, dengan Direktur ACPET (Assosiation Council for Private Education/Asosiasi Perguruan Tinggi Australia) Mr Matthew Traynor, di salah satu hotel di Yogyakarta, Senin malam (20/8).

Dalam kesempatan itu, Bupati Purworejo didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Ahmad Kasinu, Kabag Pemerintahan, Kendrasmoko, serta Kabag Humas dan Protokol, Agus Ari Setiyadi. Sedangkan pihak Australia didampingi Jose Iwan Marantika.

“Kerjasama tersebut dilatarbelakangi adanya kerjasama pemerintah Republik Indonesia dengan Australia yang diprioritaskan pada bidang pendidikan vokasi,” jelas Agus Ari Setiyadi, Kabag Humas dan Protokol, Selasa (21/8).

Dengan peningkatan kualitas pendidikan, kata Agus Ari, diharapkan SDM Purworejo bisa bersaing dengan daerah atau Negara lain, utamanya menyongsong keberadaan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Dalam kesempatan tersebut, jelas Agus Ari, Matthew Traynor menjelaskan, bahwa ACPET merupakan asosiasi yang beranggotakan 1100 perguruan tinggi dan sekolah vokasi yang ada di Australia.

Selain itu ACPET juga merupakan perwakilan industri pemerintah Australia. Nantinya, ACPET akan memanfaatkan sekolah vokasi, perguruan tinggi dan balai latihan kerja, sehingga nantinya SDM Purworejo bisa setara dengan SDM Australia.

Kerjasama tersebut juga akan didukung oleh IABC (Indonesia Australia Bussines Centre). Sehingga selain bidang pendidikan, akan ada fasilitasi kerjasama dengan perusahaan investasi yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari pelabuhan, perikanan, pertanian, holtikultura, pariwisata bahkan konversi lahan.

“Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, pada tanggal 10 Oktober 2018 mendatang, direncanakan delegasi Australia akan berkunjung ke Purworejo dengan membawa perwakilan 17 perguruan tinggi Australia. Kedatangan mereka juga untuk memetakan kebutuhan skill untuk meningkatkan SDM Purworejo,” pungkas Agus Ari. (Jon)