Pemerintah Intervensi Lahan, Produksi Pangan Tahun ini Meningkat

    


Desa Wisata Jatiluwih di Desa Penebel Kabupaten Tabanan, sebagai desa wisata dengan panorama sawah berundak - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Intervensi pemerintah dalam peningkatan produksi pangan tahun ini menunjukkan keberhasilan di sejumlah daerah. Dari data yang ada, di Kabupaten Rote Ndao, produksi padi tahun 2015 meningkat 11,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun 2014 tercatat produksi padi di Kabupaten itu sebanyak 55.201,3 ton dan tahun 2015 menjadi 64.676,7 ton.

“Tahun 2016 kita meningkat lagi karena ada intervensi pusat dari 1.500 hektar padi menjadi 2.000 hektar padi sehingga bisa meningkat 30 persen,” jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Stefanus Saek.

Lanjutnya, produksi tanaman pangan fokus pada tanaman padi dan jagung. Beberapa produk alternatif lain diantaranya umbi dan kacang lokal yang saat ini telah dicanangkan sebagai benih unggul nasional.

Bawang merah, menurut Stefanus, juga menjadi produk unggulan dengan angka produksi tahun 2015 mencapai 1.000 ton dari luas lahan115 hektar. Untuk tahun 2016, kata Stefanus, dipastikan meningkat karena dukungan Pemerintah dengan menambah lahan lagi seluas 15 hektar. Sehingga total lahan yang ada menjadi 25 hektar.

“Saat ini Rote Ndao sudah memasok ke ibukota provinsi, terutama ke Kupang,” ujarnya.
 
 
zak