Pemerintah Gelontorkan Hibah untuk Normalisasi Hilangnya Kunjungan Turis Tiongkok

    


Wisatawan asal Tiongkok menikmati panorama Gunung Batur yang berada di Kintamani, Bangli - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemerintah mengucurkan hibah anggaran untuk normalisasi kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Hal itu terkait merebaknya virus corona covid-19 yang masih terasa sampai sekarang. Sejumlah destinasi wisata di Indonesia sepi kunjungan turis Tiongkok.

Pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 298,5 milyar untuk insentif airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Kedua, untuk wisatawan dalam negeri diberikan insentif sebesar Rp 443,39 milyar dalam bentuk diskon sebesar 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata di Indonesia.

Sepuluh destinasi pariwisata tersebut yakni, Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Sebagai gantinya, Pemerintah Pusat akan memberikan hibah sebesar Rp 3,3 Triliyun kepada sepuluh destinasi pariwisata.

“Sepuluh destinasi pariwisata yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran (10%) selama 6 bulan, termasuk di Bali,” kata Kadis Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa, Rabu, 26 Februari 2020.

Di APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata sebesar Rp 147 milyar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya.

Astawa mengatakan, Pemprov Bali memberikan apresiasi atas gerak cepat pemerintah mengatasi menurunnya lalu lintas kunjungan wisman asal Tiongkok ke Indonesia, khususnya Bali.

“Terkait kebijakan tersebut, atas nama Pemerintah Provinsi Bali bersama pemangku kepariwisataan dan
seluruh masyarakat Bali menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat,” kata Putu Astawa.

Jumlah Wisatawan Tiongkok ke Bali menduduki peringkat kedua terbesar (18,2%) setelah Australia. Jumlah total kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 6,3 juta orang/tahun.

Penurunan wisatawan Tiongkok ke Bali sangat dirasakan para pelaku usaha pariwisata terutama sektor hotel, perjalanan wisata, transport wisata, pemandu wisata, maupun pengrajin oleh-oleh Bali.

“Turunnya jumlah wisatawan mancanegara ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih dari 50% terhadap PDRB Provinsi Bali,” jelas Astawa. (*)