Pemerataan Akses Pendidikan, Pemprov Bali Mulai Bangun SMAN 1 Abang

oleh
Gubernur Bali Wayan Koster melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMA Negeri 1 Abang di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu, Sabtu, 8 Agustus 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Tamatan SMP di Kecamatan Abang, Karangasem, kini tak lagi kesulitan mengakses pendidikan. Disitu, mulai dibangun sebuah sekolah milik pemprov Bali, SMAN 1 Abang.

Sebelumnya, untuk bisa melanjutkan sekolah tingkat menengah atas, warga di Kecamatan Abang harus menempuh jarak yang cukup jauh. Mengingat, sekolah mensngah atas terdekat berlokasi di Kecamatan Kubu, Karangasem.

“Kalau saya dengar ada anak didik di perdesaan tidak bisa sekolah atau jauh mendapatkan sekolah SMA/SMK Negeri, saya malunya minta ampun dan sedih,” kata Gubernur Wayan Koster, Sabtu (8/8/2020).

Secara resmi, Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melakukan peletakan batu pertama menandai pembangunan SMAN 1 Abang, Sabtu (8/8/2020).

Areal sekolah baru itu seluas 1,4 hektar, di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem. Lahan tersebut milik Pemprov Bali.

“Sampai saat ini, sudah 10 tahun di Pulau Bali tidak ada pembangunan sekolah SMA/SMK Negeri,” ujar Gubernur.

Progres pembangunan sekolah dilaksanakan selama 150 hari, yang berakhir pada 17 Desember 2020. Pembangunan menelan biaya Rp 12 milyar.

“Saya merasa bersyukur, karena pembangunan SMAN 1 Abang ini dapat dimulai ditengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Mengejar proses penerimaan peserta didik baru tahun 2021/2022, Gubernur berharap, tidak ada lagi kesulitan yang dialami warga di Kecamatan Abang dalam mengakses pendidikan menengah atas.

“Sehingga SMA ini bisa dibangun tahun ini walau anggarannya terbatas ditengah Covid-19,” ujar Gubernur jebolan ITB ini.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, lokasi bangunan sekolah sangat strategis.

“Berada di jalan utama di Kecamatan Abang dan berlokasi di tengah permukiman penduduk. Sehingga jarak siswa untuk bersekolah tidak jauh seperti dulu lagi,” kata Astawa. (Way/*)

KORANJURI.com di Google News