Pembunuh Pesiunan TNI AL Ditangkap, Ini Motifnya

    


Polres Jakarta Selatan menangkap Supriyanto (20) pelaku pembunuhan, terhadap pensiunan TNI AL Peltu Hunaedi (83) - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polres Jakarta Selatan menangkap Supriyanto (20) pelaku pembunuhan, terhadap pensiunan TNI AL Peltu Hunaedi (83). Pembunuhan terjadi di Jalan Haji Muslim, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Pelaku menghabisi korban karena ketagihan pencurian, pertama tidak ketahuan, dan pencurian kedua dilakukannya sendiri dipergoki korban. Saat kepergok itulah korban ditikam dengan pisau sebanyak tiga kali hingga tewas.

“Diketahui dari hasil pemeriksaan tersangka, motif pembunuhan adalah pencurian,” ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar di Jakarta, Kamis (12/4/2019).

Pelaku warga Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, 4 April lalu mendatangi rumah korban dengan berpura-pura bertanya alamat kepada korban yang saat itu sedang menyapu halaman rumah.

Ketika korban lengah, pelaku menyelinap masuk ke rumah lewat pintu samping. Kemudian mencuri uang milik purnawirawaan itu senilai Rp 3,2 juta yang disimpan dompet di atas kasur.

Anak muda itu ketagihan dan datang kembali ke rumah besoknya atau Kamis 5 April sekira pukul 18:30 sore untuk mencuri lagi, karena di dalam dompet korban tersangka Supri masih melihat banyak uang .

Saat pelaku mengetuk rumah lalu dibuka korban dan langsung didorong hingga terjatuh ke dinding. Pelaku langsung menggasak uang Rp 200 ribu berada di meja tamu.

Istri korban melihat itu berteriak minta tolong. Saat pelaku mau kabur, korban yang terjatuh bangun dan mencegatnya. Disitulah pelaku langsung menikam korban dengan sebilah pisau tiga kali hingga tewas.

Pelaku melihat korban terkapar langsung kabur. Namun kemarin akhirnya ditangkap di Jalan Haji Muslim, Pondok Labu, Cilandak, Jaksel.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa sebilah pisau dapur beserta sarungnya, satu jam tangan warna hijau, satu buff warna coklat, sepasang sepatu warna coklat, satu celana jeans hitam, satu baju warna hitam, satu brass knuckle, dan dua buah anting piercing.

Pelaku terancam pasal 365 KUHP jo pasal 338 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. (YT)