Pemberdayaan Masyarakat di Ajang Lomba Barista Kopi Bali

    


Grand final Barista Kopi Bali dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke-48 di Gedung Mario, Tabanan, Sabtu, 22 Mei 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Grand final lomba Barista Kopi Bali diikuti 27 peserta. Para finalis yang bertanding merupakan peserta terbaik dari masing-masing kabupaten. Juara dalam Grand final ini akan mewakili kejuaraan tingkat Asean yang diadakan di Kuala Lumpur Malaysia, dan Singapura. Barista merupakan teknik mengolah dan memvariasikan jenis-jenis hidangan kopi.

Koordinator acara I Made Ramia menjelaskan, pemilihan lomba Barista ini lebih pada pendekatan gaya hidup para milenial saat ini. Selain itu, Barista profesi yang tetap eksis dan mandiri di tengah hantaman krisis pariwisata di tengah pandemi.

“Para pemenang nantinya akan diikutkan dalam ASEAN Barista Competition yang tahun ini diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia dan Singapura dan tahun depan di Bangkok,” kata Made Ramia di Gedung Mario, Tabanan, Sabtu, 22 Mei 2021.

Rangkaian lomba tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke 48. HUT PDIP tahun ini mengangkat tema utama ‘Berkepribadian Dalam Bidang Kebudayaan’ dan Sub Tema ‘Implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali’.

Di kepengurusan daerah, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali mengadakan berbagai kegiatan antara lain, Lomba Cocktails berbahan dasar Arak Bali, Lomba Barista Kopi Bali, Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali, Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali, Desain Kreasi Busana Adat Pakem Bali, dan Lomba Website Aksara Bali.

Ketua Umum HUT ke 48 PDI Perjuangan Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya mengatakan, dulu kopi identik dengan minuman orang tua dan kalangan eksekutif. Tapi sekarang kopi mengubah citranya menjadi sebuah tren bagi kalangan milenial dan telah menjadi life style.

“Masyarakat mulai mengembangkan usaha pertanian kopi dan bahkan membuat angkringan kopi baik di desa maupun di kota, bahkan kini kopi banyak dikelola sebagai sarana kecantikan, dijadikan sebagai oleh-oleh dan bahkan parfum ruangan,” kata Dewa Made Mahayadnya

Dalam Grand final ini, Gubernur Bali yang juga Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster hadir bersama sejumlah kepala daerah dan pengurus partai. Wayan Koster mengapresiasi kinerja partai dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini implementasi dari kebijakan DPP Partai agar partai ini tampil sebagai politik pemberdayaan yang langsung memberi manfaat bagi masyarakat itu sendiri,” kata Wayan Koster.

Dikatakan Gubernur, kebijakan sesuai ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ diberdayakan secara langsung untuk membangun perekonomian masyarakat. Sehingga bergerak maju sesuai potensi di tiap Kabupaten/Kota di Bali.

Sementara, Bupati Kabupaten Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, sebagai penghasil kopi terbesar di Bali, Tabanan mampu memproduksi 5.500 ton kopi per tahun. Harga rata-rata kopi Robusta Rp 28.000 per kilo dan Arabika Rp 35.000.

“Lahan produksi kopi di Tabanan seluas 12.000 hektar. Dalam hitungannya, komoditas kopi robusta saja mampu menghasilkan Rp 150 milyar per tahun, ini baru dari kopi saja,” kata Sanjaya.

Komang Gede Sanjaya berharap, petani kopi di Tabanan mendapatkan pembinaan berkelanjutan agar memproduksi kopi berkualitas tinggi.

Lomba Mixology Arak Bali dan Lomba Barista kopi Bali dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Indonesia Food & Beverage Executive (IFBEC), Indonesia Bartender Asosiasi (IBA) dan Asosiasi Barista Indonesia (ABD). (Way)