Pembatasan Libur Nataru di Bali demi Menjaga Potensi Lonjakan Covid-19

    


Foto: Ilustrasi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menjelang akhir tahun, kasus baru covid-19 di Bali masih diatas angka 100 orang per hari. Peningkatan pada Kamis, 17 Desember 2020, tercatat terkonfirmasi positif sebanyak 132 orang.

Jumlah itu terdiri dari 125 orang melalui transmisi lokal dan tujuh orang Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN)

Kabar baiknya, pasien sembuh bertambah sebanyak 101 orang, sedangkan kabar dukanya, pasien meninggal dunia bertambah 2 orang. Dari pertambahan itu, secara kumulatif jumlah terkonfirmasi positif menjadi 16.012 orang, sembuh 14.596 orang (91,16%), dan meninggal dunia 476 orang (2,97%).

“Untuk kasus aktif per hari ini menjadi 940 orang (5,87%), yang tersebar di 17 RS rujukan, dan Balai karantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” ungkap Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Denpasar, Kamis, 17 Desember 2020.

Dewa Made Indra yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali mengatakan, Gubernur Bali menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru di Provinsi Bali bertujuan agar momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebijakan yang diambil tidak sepenuhnya menutup pintu masuk Bali di hari libur panjang akhir tahun. Sekaligus, tidak membuka seluas-luasnya untuk wisatawan domestik berlibur ke Bali.

“Maka dilakukan pembatasan, bukan pelarangan. Persyaratan tetap diberlakukan melalui hasil negatif tes PCR untuk jalur udara dan rapid test antigen untuk jalur darat. Jadi kebijakan ini adalah jalan tengah,” jelasnya.

Dalam hal ini, kata Dewa Indra, Bali tengah mempersiapkan membuka kembali akses wisatawan mancanegara. Persiapan yang dilakukan akan membuka kepercayaan internasional bahwa Bali telah siap dengan protokol covid-19 yang berstandar.

Dewa Indra menyebutkan, jika kunjungan libur akhir tahun tidak dibatasi, dikhawatirkan akan memicu lonjakan kasus covid-19. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan dunia yang saat ini tengah dibangun Bali, sebagai destinasi wisata global. (Way)