Pelindo III Hentikan Pembangunan di Dumping I dan II

    


Pohon mangrove yang mengering di areal reklamasi Pelabuhan Benoa - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – PT Pelindo III menghentikan pembangunan di dumping I dan dumping II, pasca Gubernur Bali menyatakan ada isu pencemaran lingkungan dan kematian mangrove di 17 hektar areal.

Vice Presiden Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji menjelaskan, pembangunan di dua sektor itu dihentikan untuk sementara waktu.

“Pembangunannya sudah 95 persen, 88,81 persen itu bulan sebelumnya. Jadi saat ini kami hentikan dulu sampai persoalannya tuntas,” jelas Wilis Aji kepada Koranjuri di Kantor Pelindo III, Senin, 26 Agustus 2019.

Wilis mengaku, pihaknya saat ini tengah mencari waktu untuk berkomunikasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Senin (26/8/2019), pihak Pelindo III mengaku telah bertemu protokoler Pemprov Bali agar diberikan waktu beraudiensi bersama Gubernur.

Sejak tahun kemarin, Wilis Aji menambahkan, Pelindo III mengklaim telah melakukan penanaman kembali mangrove sebanyak 50 ribu batang. Kematian mangrove yang ‘digugat’ Gubernur Koster telah diantispasi dengan peremajaan bakau.

“Sekarang juga sudah mulai terlihat tumbuh. Jadi sebelum itu kita sudah antisipasi, dan tidak membiarkan saja, kemudian mangrove itu mati,” jelasnya.

Wilis juga memberikan penegasan, proyek reklamasi Pelabuhan Benoa itu mendapatkan pendampingan dari TP4D Kejati Bali. Pihaknya juga mengaku selama ini tidak ada persoalan dengan pemerintah provinsi Bali.

“Kan juga sudah ada perijinannya dari Pemprov, Lagi pula pembangunannya mendapatkan pendampingan dari TP4D Kejati Bali,” tambah Wilis Aji.

Sebelumnya, pada Minggu (25/8/2019) Gubenur Koster secara tegas menyatakan, kerusakan mangrove di 17 hektar juga merusak keindahan alam di sepanjang jalan menuju gerbang Pelabuhan Benoa.

“Pokoknya pemandangannya jadi jelek aja,” kata Koster. (Way)