Pelatihan Pengelolaan Dana Desa di Rote Ndao

    


Sosialisasi TLM dibuka assiten I Setda Rote Ndao Ir. Untung - foto: Isak Doris Faot/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemkab Rote Ndao menggandeng LSM Sekolah Desa untuk Rakyat (SADAR) dari Kebumen, Jawa Tengah untuk menggelar pelatihan dan diskusi implementasi UU No. 6 Tahun 2015 pada 28-29 September 2017. Kegiatan bertempat di Auditorium Bumi Ti’I langga yang dihadiri 112 kepala desa Se- Rote Ndao.

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Setda Kabupaten Rote Ndao, Ir Untung Harjito mewakili Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning, MM

Dalam sambutan tertulis disebutkan, aparat desa harus benar-benar siap dalam mengelola dana desa untuk kepentingan masyarakat, membangun koordinasi dengan berbagai pihak dan menyiapkan profil desa.

Peserta kegiatan ini berasal dari desa yang diundang sebanyak 112 orang. Karena baru pertama kali dilaksanakan dan kedepan diharapkan seluruh desa ikut serta dalam kegiatan serupa dan pelaksanaan kegiatan direncanakan berjalan dua hari yakni tanggal 28 dan 29 september 2017.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas aparat desa dalam mengimplementasikan undang-undang no 06 tahun 2014 tentang desa dan pengelolaan keuangan desa. Sekaligus juga untuk mensosialisasikan serta membentuk forum komunikasi pemerintah desa di Kabupaten Rote Ndao.

Pemateri dalam kegiatan ini adalah Yusuf Murdiona dari LSM SADAR Kebumen Jawa Tengah.

“Dengan ditetapkannya undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, Bapemas Pemdes dituntut untuk menguatkan aparatur desa, terutama soal keuangan desa,” ujar Yusuf.

Penjabat Kepala Desa Oelunggu Yonathan Tulle, SH , kepada media ini mengaku, kegiatan tersebut dapat menambah wawasan untuk mengelola dana desa yang memang sering bermasalah karena kurangnya pemahaman akan aturan dan regulasi.

“Kedepan kalau bisa kegiatan diskusi dan pelatihan seperti ini terus-menerus dilakukan,” kata Tulle.

Direktur Eksekutif Yayasan TLM, Rozali Husein mengatakan, Kabupaten Rote Ndao sudah menerima program desa yakni bantuan fasilitas untuk pertanian buah naga seluas 1 hektar dan bantuan perpipaan irigasi. Sedangkan di desa Lidabesi, bantuan pompa hidrant sebanyak 2 unit dan tanaman hultikultura tanpa pupuk kimia. Di desa Meoain seluas 1,5 hektar dan bantuan bagi petani lahan pertanian seluas 1,5 hektar.

“Tahun 2017 Rote juga dapat bantuan pelatihan pengelolaan Undang-undang desa di 6  desa yang tersebar di kabupaten Rote Ndao yakni Desa Kolobolon, Lidabesi, Lidamanu, Oematamboli, Helebeik, Modosinal,” kata Razali Husen. (Zak)