Pelatihan Kompetensi Ditutup, 144 peserta Dinyatakan Kompeten

    


Para peserta dengan nilai tertinggi di masing-masing kejuruan, mendapat kenang-kenangan yang diserahkan oleh Plt Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Dri Sumarno - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Plt Kepala Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Ir Dri Sumarno, secara resmi menutup Pelatihan Ketrampilan Berbasis Kompetensi Angkatan kedua tahun 2018, yang diselenggarakan UPT-BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo, Kamis (7/8).

Penutupan ditandai dengan penyerahan kenang-kenangan kepada peserta dengan nilai terbaik untuk masing-masing kejuruan. Dari 155 peserta untuk 10 kejuruan, 144 diantaranya dinyatakan kompeten.

“Yang terpenting dari pelatihan ini, dalam prakteknya di lapangan. Ibarat pisau, jika sering diasah, pasti akan tajam. Sebaliknya, meski pisaunya tajam, tapi jika jarang digunakan, lama-lama akan tumpul. Bagi peserta yang tidak lolos uji kompetensi, jangan patah semangat,” pesan Dri Sumarno di hadapan para peserta.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan, Sudarman, S.Sos, yang juga Kepala UPT-BLK Dinperinaker Kabupaten Purworejo menjelaskan, dalam pelatihan tersebut, dibuka 12 kejuruan, yakni, mekanik yunior sepeda motor, operator mesin produksi, teknisi telpon seluler, administrasi perkantoran, mebeler, mekanik yunior mobil, teknisi refrigasi komersial, yunior teknisi support, drafter, operator menjahit pakaian dasar, serta instalasi tenaga dan audio video.

“Dari 12 kejuruan tersebut, 10 diantaranya sudah melaksanakan uji kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP BLK Surakarta,” jelas Sudarman.

Untuk kejuruan mekanik yunior sepeda motor, kata Sudarman, dari 14 siswa, yang dinyatakan kompeten 14 peserta. Untuk operator teknisi telpon seluler, dari 16 siswa, 13 peserta dinyatakan kompeten. Untuk kejuruan administrasi perkantoran, dari 16 siswa, semuanya dinyatakan kompeten.

Pada kejuruan meubeler, dari 16 siswa, semuanya dinyatakan kompeten. Untuk mekanik yunior mobil, dari 14 siswa, semuanya dinyatakan kompeten. Untuk teknisi refrigasi komersial, dari 16 siswa, 9 peserta dinyatakan kompeten.

Untuk teknisi support, dari 15 siswa, semuanya lulus uji kompetensi. Pada kejuruan drafter, dari 16 siswa, semuanya lulus uji kompetensi. Untuk kejuruan operator pakaian dasar, dari 16 siswa, semuanya dinyatakan kompeten. Dan pada kejuruan audio video, dari 16 peserta, 15 diantaranya dinyatakan kompeten.

Untuk peserta terbaik masing-masing-masing kejuruan, terang Sudarman, mekanik yunior sepeda motor (Muhammad Rosyid), operator mesin produksi (Saefullah Huda), teknisi telpon seluler (Ferry Agung Wibowo), administrasi perkantoran (Dwi Lestari).

Kejuruan meubeler (Muhammad Arif), mekanik yunior mobil (Amri Irwanto), teknisi refrigasi komersial (Wakhid Abdurrohman Hidayatullah), , yunior teknisi support (Rizki Firmansyah), drafter (Pandu Wibowo), operator menjahit pakaian dasar (Tri Sumartiyani), instalasi tenaga ( Rayi Pamungkas Sugiyanto), dan audio video (Doni Rivaldo).

Usai menjalani pelatihan, lanjut Sudarman, peserta wajib ikut OJT (On The Job Training) selama sebulan. Tahun ini, BLK Purworejo hanya mendapat 7 paket OJT untuk lima kejuruan.

“Kejuruan yang dimaksud, mekanik yunior mobil (2 paket pelatihan, 1 OJT), mekanik yunior motor (3 paket pelatihan, 2 OJT), teknisi refrigrasi komersial (2 paket pelatihan, 1 OJT), operator menjahit pakaian dasar (2 paket pelatihan, 1 OJT), dan prosesing hasil pertanian (4 paket kejuruan, 2 OJT),” pungkas Sudarman. (Jon)