Pelantikan DPRD Bali Gunakan Busana Adat, Gubernur: Tunjukkan Identitas Diri

    


Ki-ka: Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik penggunaan busana adat Bali saat pelantikan anggota DPRD Bali periode 2019-2024.

Menurut Gubernur, penggunaan busana adat Bali, sudah dilakukan saat acara pelantikan DPRD Gianyar dan Bangli.

“Kalau yang saya ikuti, sekarang di Gianyar dan Bangli busana adat semua,” kata Koster usai menghadiri Rapat Paripurna ke-41 DPRD Provinsi Bali, Senin, 12 Agustus 2019.

Menurut ketua DPD PDIP Bali ini, pemakaian seragam busana adat sebagai hal yang bagus. Jika perlu, menurutnya, busana Bali yang digunakan dalam pelantikan dibuat seragam.

“Sebagai warga yang cinta kepada budaya Bali, ya, tunjukkan dengan identitas diri melalui busana adat Bali,” kata Koster.

Kemudian Koster menyebut, “Ini menandakan toko busana adat Bali menjadi laku dagangannya. Sementara kehadiran para perempuan yang menggunakan sanggul Bali, dapat diartikan salon dan tata rias mendapat pelanggan. Semua jadi kecipratan rejeki.”

Gubernur Bali Wayan Koster berkomitmen melestarikan budaya Bali. Salah satunya, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.

Pergub itu ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur Nomor 2231 tahun 2018 mengenai panduan teknis pelaksanaan hari penggunaan busana adat Bali yang harus digunakan setiap hari Kamis, Bulan Purnama, Tilem, Hari Jadi Provinsi Bali dan Hari Jadi Kabupaten/Kota se-Bali.

Selain Gubernur, Rapat Paripurna ke-41 DPRD Provinsi Bali juga dihadiri oleh Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Agenda rapat itu mendengarkan Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2019. Selain itu juga Raperda tentang Perubahan atas Perda No.10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, di Gedung DPRD Provinsi Bali di Denpasar, Senin, 12 Agustus 2019.

Bulan Agustus ini menjadi masa akhir jabatan anggota DPRD Bali periode 2014-2019. (*)