Pelaksanaan Munas XVI Ikatan Arsitek Indonesia di Bali Berstandar Prokes Ketat

    


Ketiga kandidat ketua Umum IAI yang mendapatkan perolehan suara tertinggi setelah seleksi melalui tahapan penjaringan di Munas IAI XVI tahun 2021 di Kuta, Bali, 27-29 Oktober 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Bali sarat dengan tantangan di masa pandemi. Dari ribuan anggota IAI yang tersebar di seluruh Indonesia, panitia hanya membatasi 300 peserta dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Dalam penyelanggaraan Munas di Pulau Dewata, Ketua Organizing Comitee Nova Kristina, IAI mengatakan, Munas XVI mengalami serangkaian penyesuaian dari rencana awal di bulan September.

Selain itu, panitia secara khusus bertemu Gubernur Bali Wayan Koster untuk mendapatkan arahan Terkait penerapan prokes selama acara berlangsung.

“Pak Gubernur menekankan pada pelaksanaan prokes secara ketat dan itu kita ikuti dengan mewajibkan peserta harus negatif rapid tes antigen sebelum masuk ke lokasi acara,” kata Nova dalam keterangannya di Hotel Bali Dynasti Resort, Kuta, Selasa, 26 Oktober 2021.

Untuk kali pertama pula, Munas XVI IAI juga dilengkapi dengan klinik kesehatan dengan menggandeng pusat layanan kesehatan SOS. Nova mengungkap, setelah peserta mendapatkan hasil rapid tes antigen, tahap berikutnya adalah melakukan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Protokol kesehatan ini bukan saja untuk peserta tapi juga panitia maupun tamu undangan. Jadi ini hal-hal yang harus kami sesuaikan di masa pandemi,” ujarnya.

Menurut Nova, Gubernur Wayan Koster juga memberikan arahan agar peserta yang hadir selama pelaksanaan Munas XVI tidak keluar hotel terlebih dulu. Pola yang diterapkan itu sebagai bagian dari bentuk karantina kecil untuk menghindari penularan covid-19 yang masih berpotensi terjadi.

“Peserta tiba hari ini, Selasa (27/10/2021) dan wajib menerapkan protokol kesehatan secara penuh. Kami juga tidak mau menimbulkan klaster baru dari penyelenggaraan kegiatan ini,” jelas Nova.

Dari arena Munas XVI IAI, panitia telah menyediakan tenda untuk skrining kesehatan dengan tes rapid antigen. Kursi di konter tes rapid diatur berjarak untuk menghindari kerumunan.

Sementara, di depan lobi hotel yang merupakan akses utama kegiatan dipasang barcode scanner aplikasi PeduliLindungi dan handsanitizer.

“Kami juga menyediakan layar di luar arena Munas untuk peserta yang ingin memantau jalannya meeting dari luar ruangan,” jelas Nova. (Wahyu Siswadi/Kode:Way)