Pekerjakan LC Berpenampilan Tak Sopan, Pengusaha Karaoke Bodong Didenda Rp 9 Juta

    


Foto: Ilustrasi

KORANJURI.COM – Husen Heru Salim (57), warga Desa Kaliwatu Bumi, Kecamatan Butuh, terdakwa kasus Tipiring, diputus bersalah pada persidangan yang digelar di PN Purworejo, Jum’at (25/5). Husen dinyatakan melanggar Perda no 17 tahun 2017 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Dalam sidang yang diketuai Diah Ayu M Astuti, SH, hakim memutuskan, memberikan hukuman denda Rp 9 juta, atau kurungan 7 hari, dan membayar biaya perkara Rp 2 ribu kepada terdakwa Husen. Putusan hakim tersebut tertuang dalam surat putusan no. 165/Pid. C/2018/PN.

“Husen memiliki dua tempat karaoke di Desa Batoh, Bayan dan Desa Kaliwatu Bumi, Butuh. Kedua tempat hiburan tersebut belum berijin, namun sudah beroperasional,” jelas Mujono, SH, PPNS pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Jum’at (25/5).

Dijelaskan oleh Mujono, Husen terjaring dalam sebuah operasi penegakan Perda pada Sabtu (12/5) lalu, sekitar jam 22.00 wib. Pada saat operasi, kedua tempat karaoke tersebut buka, padahal belum mengantongi ijin.

Pada saat operasi tersebut, ungkap Mujono, petugas menyita barang bukti KTP atas nama Husen Heru Salim, dan 2 buah nota karaoke. Dan dalam pemeriksaan, tersangka mengakui kesalahannya.

Lebih jauh Mujono mengatakan, beroperasinya kedua tempat hiburan tersebut, sudah meresahkan masyarakat, karena tidak berijin, ada miras dan LC/PL yang berpenampilan tidak sopan, sehingga harus ditertibkan.

“Kedepannya, tempat karaoke harus ditutup karena belum berizin. Itu melanggar Perda No 17 tahun 2017 tentang TDUP,” pungkas Mujono, yang juga jadi Kabid Penegakan Perda pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo. (Jon)