PDI Perjuangan DIY Gelar Pendidikan Kader Perempuan

    


KORANJURI.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DPI Perjuangan DIY menggelar pendidikan kader perempuan selama dua hari, 7-18 Februari 2018, di gedung PMD Kalasan Sleman.

Menurut Ketua Umum DPD PDI Perjuangan DIY, Bambang Praswanto, masih banyaknya stigma bahwa politik itu kotor harus dirubah. Oleh karena itu dengan diadakannya pendidikan kader ini nantinya akan memberikan pemahaman yang benar. Terutama bagi kaum perempuan yang belum paham benar tentang ranah politik.

“Politik itu pada dasarnya bagian menyenangkan, bagian yang harus dimiliki bahkan bagian wajib bagi setiap warga negara untuk memperjuangkan nusa dan bangsa” jelasnya saat jumpa pers di gedung PMD Kalasan.

Dengan pendidikan dan pelatihan kader ini diharapkan nantinya akan membangkitkan energi positif, utama bagi kader perempuan. Apalagi mereka nantinya bisa bertemu banyak dan mereka juga bisa saling bersilaturahmi.

“Dan bila terjun ke ranah politik tidak harus menjadi legislatif namun bisa duduk struktur lainn ya,” imbuh mantan dosen UGM ini.

Pendidikan kader perempuan angkatan 2 ditargetkan diikuti 30-40 peserta per angkatan. Dimana kegiatan ini yang bekerjasama dengan LSM Narasita dan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta ini akan diadakan hingga 2019. Dalam kesempatan itu juga dilakukan MoU antara DPD PDI Perjuangan, Narasita dan STPMD AMD Yogyakarta.

Seusai jumpa pers Bambang juga mengatakan pihaknya bertekad meningkatkan jumlah kursi pada pemilu 2019. Pria yang akrab disapa Bambang Pras ini menargetkan semua kursi baik DPRD maupun DPR RI mengalami peningkatan.

“Untuk kursi DPRD Kabupaten/Kota saya menargetkan setiap kecamatan ada wakilnya. Jika di Bantul dan Sleman ada 17 kecamatan maka dua kabupaten ini masing-masing harus mendapatkan kursi 17. Dan untuk kursi DPR RI dari yang sekarang 2 kursi harus meningkat minimal dari DIY ada tiga wakilnya di DPR RI,” pungkasnya. (Anjar)