Pasebaya Turun ke Sekolah: Ancaman Erupsi Gunung Agung Masih Ada

    


Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung jadi narasumber pada MPLS di SMPN 3 Selat yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung menghimbau siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Selat agar selalu waspada dan siaga ancaman erupsi gunung api yang masih aktif apabila terjadi sewaktu-waktu.

“Siswa semua agar tetap waspada akan bahaya ini, karena berada dibawah Kaki Gunung Agung sehingga tidak ada korban jiwa,” kata Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana di Karangasem, Rabu (11/7).

Hal itu disampaikan ketika sosialisasi Pasebaya Agung kepada siswa baru SMPN 3 Selat yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang berada di Duda Utara, Kecamatan Selat Karangasem.

Ia didampingi Sekretaris Pasebaya I Wayan Suara mengatakan, siswa agar tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Agung.

Mengingat kondisi gunung api yang masih aktif kemungkinan meletus, namun waktunya belum ada mampu yang bisa menentukan secara pasti.

Sementara itu, Sekretaris Pasebaya Agung Wayan Suara menambahkan, pihaknya memberikan perkenalan prosedur penyampaian informasi aktivitas Gunung Agung melalui Handy Talky (HT).

Disamping itu, informasi juga disebarkan melalui akun media sosial baik melalui facebook, instagram, telegram maupun whatshaap.

Penyebaran informasi dilakukan secara sistematis untuk menghindari informasi bohong (hoax) yang dikhawatirkan warga.

Relawan Pasebaya yang berjumlah 1.221 orang selalu siaga selama 24 jam. Bahkan melakukan pemantauan langsung ke lapangan di kaki Gunung Agung di KRB

“Kami turun mendatangi masyarakat untuk memberikan rasa aman, sehingga mereka tidak panik,” ungkapnya.

Kepala SMPN 3 Selat, I Nengah Sikiarta mengharapkan informasi tersebut berguna bagi seluruh keluarga besar sekolah.

Perkenalan itu mampu memudahkan memperoleh informasi dan selalu tenang dalam menghadapi kondisi Gunung Agung. (*)