Pasca Pembacokan Siswa SMK PN 2, Ini Himbauan MKKS

    


Ki Gandung Ngadino, SP, ketua MKKS SMK se Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Aksi kekerasan terhadap pelajar SMK PN 2 Purworejo yang terjadi, Senin (27/11), hingga membuat korban terluka, menjadi keprihatinan tersendiri di kalangan pendidikan.

Sehari pasca kejadian tersebut, dengan difasilitasi kepolisian, para kepala sekolah SMK, baik swasta maupun negeri se-Purworejo dikumpulkan di aula Dindikbudpora Purworejo. Mereka menyatukan persepsi, dalam menyikapi permasalahan tersebut.

“Kalau masalah kekerasan itu sendiri, sudah ditangani pihak kepolisian. Yang terpenting, bagaimana kita mengantisipasi hal itu supaya tidak terulang lagi,” ujar Ki Gandung Ngadino, SPd, ketua MKKS (Musyawarah Kepala Kepala Sekolah) SMK se Purworejo, Rabu (29/11).

Ki Gandung menghimbau, masing-masing sekolah untuk bisa mengendalikan diri, dan meminta untuk jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang belum tentu benar. Untuk itu perlu dicek kebenarannya.

Jika masing-masing kondusif, Ki Gandung yakin, tidak akan terpengaruh kabar atau isu dari luar, yang sifatnya menghasut atau provokasi. Diakui oleh Gandung, tiap-tiap sekolah punya cara berbeda dalam mengatasi ini.

Lebih jauh Ki Gandung menjelaskan, di Purworejo sendiri terdapat 43 SMK, terdiri dari 7 SMK negeri dan 36 SMK swasta. Jumlah siswa SMK se Kabupaten Purworejo mencapai 19.250 orang. Dan mereka sudah melaksanakan UNBK.

“Justru yang penting, kita tingkatkan pendidikan karakter untuk menghadapi masa depan anak didik,” pungkas Ki Gandung. (Jon)