Pasar Tradisional Berpotensi Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di Bali

    


Suasana Pasar Umum Gianyar yang banyak dikunjungi oleh masyarakat untuk berbelanja, Senin (30/3/2020) - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Tren penyebaran infeksi corona di Bali mulai bergeser dari imported case ke penularan lokal. Grafik transmisi lokal mengalami peningkatan sejak 5 Juni 2020.

Hal itu, diakui Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. Ia mengajak stakeholder kembali memperkuat barisan dalam membendung transmisi lokal covid-19.

Menurut Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali ini, strategi yang dilakukan berbeda antara imported case dan local transmition.

“Transmisi lokal sangat sulit diidentifikasi dan sulit menerapkan strategi. Oleh karena itu, saya mengundang seluruh komponen ikut terlibat, dalam hal ini ikut memberikan sumbangan pemikiran,” kata Dewa Indra dalam rapat virtual, Selasa, 16 Juni 2020.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Rai Iswara mengatakan, transmisi lokal di Kota Denpasar mencapai 73%. Angka itu didominasi dari penyebaran di Pasar Tradisional.

Dikhawatirkan, pasar tradisional akan menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Bali.

“Denpasar meningkatkan kembali peran dan fungsi satgas gotong royong. Beberapa hal ini diharapkan dapat menekan terjadinya transmisi lokal,” kata Rai Iswara.

Update 16 Juni 2020

Selasa, 16 Juni 2020, akumulasi pasien positif covid-19 di Bali sebanyak 782 orang. Angka hari ini bertambah 22 orang yang terdiri dari 1 WNA dan 21 WNI.

Seorang warga negara asing terinfeksi dari penularan lokal. sedangkan WNI positif terdiri dari 1 orang PMI dan 20 orang transmisi lokal. Jumlah akumulasi pasien sembuh secara sebanyak 510 orang.

“Hari ini kesembuhan bertambah 8 orang terdiri dari 1 WNA dan 7 orang WNI dari transmisi lokal,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali Dewa Made Indra.

Pasien meninggal total 6 orang dan pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 266 orang. Mereka dirawat di 11 rumah sakit rujukan dan tempat karantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering. (Way)