Parade Budaya Sedot Perhatian Ribuan Warga Purworejo

    


Suasana kirab Parade Budaya, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Purworejo ke 189, Sabtu (7/3/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Peringatan Hari Jadi Purworejo ke 189, makin meriah dengan kirab Parade Budaya. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (7/3) siang itu, mampu menyedot perhatian ribuan masyarakat Purworejo.

Beberapa jam sebelum kirab dimulai, masyarakat sudah menyemut di sepanjang jalan rute parade. Kirab bernuansa kraton ini, diikuti oleh ribuan peserta berpakaian adat Jawa.

Tak tanggung-tanggung, Pemkab Purworejo mendatangkan 10 kereta kencana, 2 dokar dan grup drum band dari kraton Yogyakarta. Kesenian Cimpoling yang keberadaannya hampir punah, juga ikut memeriahkan kirab.

Meski cuaca mendukung, namun tak menyurutkan masyarakat untuk menyaksikannya. GPH Yudhaningrat dari keraton Yogyakarta, juga tampak hadir di kursi kehormatan.

Kirab yang dimulai dari jalan Tjokronegoro depan pendopo kabupaten ini, dibuka dengan penampilan drum band keraton. Selanjutnya dibelakangnya iring-iringan kereta kencana yang dinaiki oleh Wakil Bupati, Yuli Hastuti dan Istri Bupati Purworejo, Fatimah Verena, Forkominda serta seluruh kepala OPD ikut naik kereta yang dipersiapkan oleh panitia.

16 camat juga turut ambil bagian, menaiki kuda sebagai simbol kepemimpinan. Di belakangnya adalah para Bergodo (pasukan) dari 16 kecamatan di Kabupaten Purworejo. Untuk nama pasukannya, diambil dari nama tokoh di masing-masing kecamatan yang terkenal di jaman dulu.

Menurut Bupati Purworejo Agus Bastian, Parade Budaya kali ini lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah peserta maupun armada yang dipakai, juga lebih banyak

“Dengan peringatan hari ulang tahun ini, diharapkan masyarakat akan mampu melestarikan budaya yang ada di Purworejo,” ujar bupati di sela-sela kegiatan.

Hal itu bisa dilihat dari potensi yang ada di setiap kecamatan, yang memiliki keunikan tersendiri dan berbeda satu sama lainnya.

“Diharapkan pula, mereka mampu mengembangkan dan mencintai seni dan budaya asli Purworejo,” kata bupati. (Jon)