Pandemi Belum Usai, Akses Turis Asing ke Bali Bergantung Kondisi Global

    


Penumpang yang turun di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai Bali sebelum ada pembatasan orang asing masuk Indonesia - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Dinas Pariwsata Provinsi Bali, Putu Astawa menjelaskan, sampai saat ini belum ada wacana untuk kembali membuka pariwisata mancanegara. Meski perhelatan internasional sudah tampak menggeliat di Bali.

Seperti perhelatan Bali Democracy Forum (BDF) yang akan berlangsung Desember mendatang, dikatakan Astawa, tidak akan melibatkan banyak peserta.

“Kalau BDF peserta luar sedikit mungkin,” ujarnya menduga.

“Kalau secara resmi belum ada (pariwisata internasional),” kata Astawa melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu, 11 November 2020.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga menyatakan hal yang sama. Cok Ace menjelaskan, pembukaan kembali pariwisata mancanegara harus melihat pangsa pasar.

Menurutnya, pariwisata internasional dibuka dengan melihat pangsa pasar Bali sebagai destinasi wisata telah membaik atau justru belum. Mengingat, pembukaan pariwisata internasional bergantung dengan kondisi negara wisatawan.

“Dalam artian, apakah negara mereka sudah mengijinkan atau belum untuk bepergian,” kata Cok Ace.

Sementara, perkembangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Bali pada Rabu (11/11/2020), mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 93 orang terdiri dari 87 orang melalui transmisi lokal dan 6 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

“Untuk kabar baiknya, sembuh sebanyak 53 orang, dan nihil meninggal dunia,” hal tersebut disampaikan Ketua Harian Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Menurutnya, adanya tambahan tersebut, maka jumlah kasus secara kumulatif untuk terkonfirmasi positif 12.430 orang, sembuh 11.433 orang (91,98%), dan meninggal dunia 402 orang (3,23%).

“Kasus aktif per hari ini (kemarin-red) menjadi 595 orang (4,79%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” ujarnya.

Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

“Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” jelasnya.

Dewa Indra yang juga Sekda Bali ini mengingatkan pesan ibu ‘Terapkan 3M’ yakni, memakai masker dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingat untuk menjaga jarak dengan orang lain.

“Tetaplah waspada dan patuh jalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” kata Dewa Indra. (Way)