Paguyuban Satria Krida Utama Wadahi Alumni SMKN 1 Purworejo

    


Temu kangen alumni SMKN 1 Purworejo dalam helatan Reuni Akbar 2017, Sabtu (21/10) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekitar 600 orang alumni STM/SMKN 1 Purworejo dari berbagai angkatan, bertemu dalam helatan Reuni Akbar 2017, yang berlangsung di aula setempat, Sabtu (21/10).

Acara yang dikemas dalam temu kangen tersebut, merupakan puncak dari rangkaian kegiatan dalam rangka HUT SMKN 1 yang ke 50 dan reuni akbar, yang sudah dimulai sejak Senin (16/10).

“Disini kita dalam rangka menyambung silaturahmi dari semua angkatan, agar saling memberi manfaat bagi lingkungan, sekolah, maupun bangsa dan negara,” jelas Agus Guntur, ketua panitia reuni akbar.

Dikatakan Guntur, alumni yang datang, dari seluruh penjuru tanah air. Bahkan, ada yang datang dari Amerika maupun Abu Dhabi. Berkumpulnya para alumni tersebut, memberikan kekuatan kekeluargaan, dengan latar belakang yang berbeda.

Kata Guntur, alumni SMKN 1 Purworejo menekuni banyak profesi. Ada yang jadi pengusaha, PNS, wiraswasta, karyawan swasta, hingga ada yang menjadi Jenderal. Itu artinya, bahwa alumni SMKN 1 mampu bersaing.

“Orang tidak mengira, bahwa salah satu siswa SMKN 1 yang bernama Rizki, menjadi juara 2 dalam kejuaraan World Skill Competition 2017 di Abu Dabi, mewakili Indonesia,” terang Agus, wakil ketua APINDO ini.

Prestasi tersebut, ujar Agus, sangat memberi pengaruh pada adik-adik siswa. Hal itu juga bisa menjadi bukti, bahwa lulusan SMKN 1 Purworejo diakui, tidak hanya di dalam negeri, tapi hingga mancanegara.

“Tema reuni akbar ini, ‘Aku Bisa’. Artinya, kita itu sudah diakui, tidak sebagai underdog lagi,” tandas Agus Guntur, pengusaha nasional ini.

Dalam temu kangen tersebut, akhirnya dibentuk paguyuban alumni SMKN 1 Purworejo, yang diketuai oleh Mayjend (purn) Djumadi, dan diberi nama Satria Krida Utama. Anggota paguyuban merupakan alumni STM/SMK N 1 Purworejo dari semua angkatan.

“Nama tersebut memberi makna, bahwa alumni SMK 1 Purworejo itu bertaqwa kepada Tuhan YME, bekerja keras tanpa pamrih untuk bangsa dan negara, dan mampu bersaing,” terang Djumadi. (jon)