Pabrik Jamu Palsu di Kebumen Digerebek, Diracik dengan Parasetamol

    


PS (45), warga Perum Korpri, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kebumen, pembuat dan pengedar jamu palsu di Kebumen, diamankan dengan sejumlah barang bukti - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satresnarkoba Polres Kebumen berhasil menggerebek pabrik jamu palsu, Senin (4/2/2019). Dari penggrebekan ini, polisi berhasil mengamankan PS (45), yang diduga kuat sebagai pembuat dan pengedar jamu palsu tersebut.

PS diamankan berikut barang buktinya, 7 karung obat tradisional serbuk merek Daun Dewa, 1 karung obat tradisional kapsul merk Daun Dewa, mesin press pengemas jamu, serta ribuan kemasan obat palsu lainnya.

“Tersangka sudah 3 tahun menjalankan bisnis ilegalnya ini. Dia kita amankan di rumahnya, Perum Korpri, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian,” jelas Kapolres Kebumen AKBP Robert Pardede saat Konferensi Pers di Mapolres Kebumen, Senin (25/2/2019).

Kepada petugas, tersangka telah mengakui perbuatannya membuat jamu palsu dengan bahan yang tidak lazim digunakan. Ia meraciknya menggunakan tepung, serta bubuk temulawak dan Parachetamol yang didapatkannya di daerah Cilacap. Untuk kemasannya, dipesan di percetakan Muktisari, Kebumen.

“Sekilas memang dari kemasan susah dibedakan. Namun jika lebih teliti lagi, untuk produk tersangka ini gambar kemasan lebih pudar. Jamu ataupun obat-obatan ini pengakuan tersangka dipasarkan di Magelang,” jelas Kapolres.

Kemampuan membuat jamu palsu ini didapatkan tersangka dari pengalamannya saat bekerja di pabrik jamu di daerah Kroya Cilacap. Tersangka mengaku, obat atau jamu yang dibuatnya berbahaya karena tidak melalui riset.

Akibat perbuatannya, terang Kapolres Kebumen, tersangka dijerat dengan Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) Subs. Pasal 196 Jo. 98 ayat (2) dan ayat (3) UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 1,5 Milyar. (Jon)