ORI Bali Temukan Banyak Kecurangan UN Tingkat SMA/SMK

    


Kepala Perwakilan ORI Bali, Umar Ibnu Alkhatab menunjukkan bukti fisik contekan dan diktat saat pelaksanaan UN SMA/SMK/MA di Bali - foto: Wahyu Siswadi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ombudsman RI (ORI) Bali, menemukan sejumlah kecurangan saat pelaksanaan Ujian Nasional yang berlangsung di Bali. Dari pantauan UN selama dua hari di seluruh Kabupaten/Kota di Bali, ORI Bali mencatat, sejumlah telepon seluler ditemukan dibawa siswa saat pelaksanaan ujian. Parahnya lagi, melalui telepon seluler itu siswa bisa dengan mudah bertukar kunci jawaban melalui ponsel.

“Kalau indikatornya menciptakan UN yang berkualitas dan berintegritas, ini belum maksimal. Disitu masih ditemukan kunci jawaban beredar melalui ponsel dan juga kertas,” jelas Kepala Perwakilan ORI Bali, Umar Ibnu Alkhatab, Senin, 11 April 2016.

Pihaknya juga memberikan rapor merah kepada pengawas UN yang diketahui sering meninggalkan ruang ujian. Dikatakan Umar, pengawas juga diketahui membawa dan sering memainkan telepon selulernya di dalam ruang ujian.

TERKAIT:
» Berikut Temuan ORI Bali Soal Kecurangan UN SMA/SMK

Dari 48 sekolah yang dipantau di seluruh Bali, pengawasan UN yang buruk ini menjadi catatan tersendiri bagi Ombudsman. Pihaknya juga menyayangkan, kecurangan yang muncul selama pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK/MA tidak mendapat teguran dari pengawas.

“Kami minta tahun depan pengawas bukan dari satu kabupaten/kota, tapi lintas kabupaten. Ini untuk meminimalkan kecurangan,” kata Umar.

Kerjasama dengan orang ketiga pun disinyalir Ombudsman banyak dilakukan oleh siswa. Dari temuan 20 telepon seluler yang dibawa siswa, di dalam ponsel tersebut terdapat kunci jawaban yang disebar secara jejaring melalui aplikasi Line. Ombudsman menengarai, jawaban itu disebar oleh oknum dari bimbingan belajar yang diikuti siswa di luar sekolah.

“Kami sempat bertanya kepada siswa dan ada keterlibatan bimbel,” jelas Umar.

UN tahun ini terdapat 27 sekolah di Bali yang menggunakan model UN berbasis komputer dan sisanya menggunakan model UN lama berbasis kertas dan pensil.
 
 
way