Orangtua Dibutuhkan jadi Pendamping Teknologi Anak

    


Putri Suastini Koster saat mengikuti webminar yang diselenggarakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Minggu (12/7/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Jaman sudah memasuki era digital 4.0. Teknologi yang pada masa lalu menjadi keniscayaan, kini nyata dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Generasi non milenial maupun orang tua muda, perlu mengikuti perkembangan teknologi digital yang tumbuh sedemikian pesat. Sistem teknologi menjadi tantangan untuk para orangtua dalam mengarahkan pendidikan kepada anak-anak mereka.

“Bayangkan saat di dalam kandungan, orang tua sudah mengenalkan gajet dengan mendengarkan musik. Baru lahir juga sudah kenal gajet, dan beranjak besar dengan gajet,” kata Putri Suastini Koster saat mengikuti webminar yang diselenggarakan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Minggu (12/7/2020).

Kemudahan akses dalam segala hal itu, menurut pendamping orang nomor satu di Bali ini, perlu diimbangi kemampuan orangtua dalam memahami atau mengoperasikan sistem teknologi yang sederhana sekalipun.

Kemampuan itu dibutuhkan oleh orangtua agar mampu melakukan kontrol kepada anak-anak mereka ketika mengakses teknologi informasi.

Ia menambahkan, teknologi sangat penting dan dibutuhkan. Di sisi lain, orang tua juga tidak boleh melupakan disiplin dan etika sebagai pondasi yang kuat membentuk karakter anak.

“Betapapun pentingnya teknologi, tapi kalau tidak bisa bijaksana menggunakan, maka akan berbahaya. Etika itulah akar dari kehidupan anak-anak kita. Sebagai orang tua, kita harus merawat akar tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Putri Koster juga mengharapkan agar para orang tua menjadikan anak-anak sebagai teman. Termasuk, mengkomunikasikan segala hal dengan komunikasi dua arah secara logis.

“Ini bukan saatnya kita mengajarkan anak-anak dengan ancaman atau tahyul. Mereka sudah pintar, setiap persoalan yang dikomunikasikan harus ada penjelasan secara logis,” terangnya.

Putri Koster juga mengajak orang tua milenial selalu mengajarkan kepercayaan diri yang positif kepada anak-anaknya.

“Jangan sampai ada kata-kata yang menghilangkan kepercayaan diri, seperti ‘kamu bodoh’ atau ‘kamu tidak bisa’ . Terus kembangkan bakat dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya mengingatkan.

Prof IBG Yudha Triguna, MS, yang juga jadi narasumber dalam webinar itu, sepakat dengan Putri Koster. Mendidik anak di era milenial, perlu pendekatan secara logis serta komunikasi dua arah.

Di samping itu, ia juga menekankan bahwa orang tua milenial harus mengajarkan anak-anaknya untuk berpikir kritis serta bisa mencari solusi akan setiap permasalahan yang dihadapi.

“Anak-anak sekarang harus diajarkan untuk selalu berpikir kritis dan menangkap peluang yang ada di sekitarnya,” jelas Yudha Triguna.

Dikatakan Triguna, saat ini bukan jamannya lagi menggunakan sistem lama. Orang tua harus mampu menciptakan kondisi yang dinamis dan strategis dalam mengkomunikasikan segala hal bersama anak-anak mereka.

“Jangan selalu posisikan orang tua di atas dalam mengajar anak anak. Kita bisa sejajar dan mempelajari suatu hal bersama,” ujarnya. (*/Way)