“Ora Srawung, Mati Suwung’ Raih Penghargaan di Ajang Balinale Internasional Film Festival 2021

    


Foto: gramhir.com

KORANJURI.COM – Film pendek ‘Ora Srawung, Mati Suwung atau A Closed Mouth Catches No Flies, meraih penghargaan Gary L Hayes Award for Emerging Indonesian Filmmaker di ajang Balinale Internasional Film Festival 2021 ke-14.

Film yang disutradarai Destian Rendra Pratama itu diangkat dari cerpen karya Imarotul Izzah berjudul ‘Jamu Gendong’.

Dalam pernyataannya, juri memberikan catatan bahwa film tersebut dibuat dengan indah. Setiap elemen ditempatkan dengan sempurna untuk mendukung cerita. Setiap karakter digambar dengan simpatik dan memiliki harapan, impian, dan kegagalan mereka sendiri yang gamblang.

“Di atas segalanya, film tentang manusia yang luar biasa dari seorang sutradara baru yang fantastis.”

Dewan juri dalam festival tahunan itu antara lain, Sutradara Nia Dinata, Novelis dan Sutradara Richard Oh, Sinematografer
Anggi Friska dan Benny Kadarhariarto.

Dalam penutupan Balinale Festival 2021, Sabtu (14/11/2021), panitia mengumumkan bahwa Balinale Film Festival Ke-15 tahun mendatang akan dipusatkan di Sanur, Bali pada 26-29 Mei 2022.

Pendiri Balinale Festival Debora Gabinetti mengatakan, pemilihan kawasan pesisir Sanur dipilih menjadi pusat kegiatan Balinale XV mempertimbangkan suasana desa dari nelayan tradisional yang santai, serta rekreasi dan keramahan kelas dunia.

Perpindahan ke 26-29 Mei 2022 ini, kata Debora, juga memanfaatkan musim kemarau di pulau tersebut. Sementara, pengiriman karya peserta untuk Balinale ke-15 akan dibuka di bulan Desember 2021.

“Dalam penutupan festival ini juga diumumkan bahwa festival di tahun depan akan diadakan bulan Mei dan dipusatkan di Sanur, Denpasar,” kata Debora.

Selain film pendek bersetting kehidupan masyarakat di Jawa ‘Ora Srawung, Mati Suwung”, Balinale film Festival 2021 juga memilih film dokumentasi terbaik berjudul ‘Newtopia’ karya Sutradara Audun Amundsen.

Kategori Special Jury Mention terpilih film berjudul ‘Matahari Terbit di Hutan’ (Sunrise in the Forest) besutan Sutradara Samuel Ruby. Kemudian, terpilih film kategori dokumenter pendek terbaik berjudul ‘Atordoado, Eu Permaneco Atento’ (Stunned I Remain Alert), karya Sutradara Henrique Amud dan Lucas H Rossi. (Way)