Open Border Bali, IHGMA Patok Okupansi Hotel 30 Persen

    


Gapura di pantai Kuta/Ilustrasi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Yoga Iswara mengatakan, pengelola hotel di Bali tidak mematok target okupansi tinggi ketika open border yang rencananya akan dilakukan di bulan Juli 2021.

Menurutnya, 30 persen okupansi hotel mampu menutup biaya operasional. Mengingat, kata Yoga, di awal pembukaan kembali pariwisata Bali, hanya 4 negara yang menyatakan siap berkunjung ke Bali.

“Empat negara itu, Singapura, Korea, China dan Arab. Secara perlahan, dengan vaksinasi dan penerapan CHSE terhadap akomodasi pariwisata di Bali, akan membuka kepercayaan masyarakat asing datang ke Bali,” jelas Yoga Iswara di Sanur, Selasa, 23 Maret 2021.

Disebutkan, upaya vaksinasi kepada 90.195 pekerja pariwisata di Bali, menjadi upaya pemulihan pariwisata. Secara regional, Pemerintah Provinsi Bali mentargetkan imunitas kelompok sebesar 70 persen dari populasi penduduk Bali sebanyak 4,3 juta jiwa.

Yoga mengatakan, Dinas Pariwisata Bali sendiri setiap hari gencar melakukan vaksinasi terhadap pelaku pariwisata. Kemampuan rata-rata harian melakukan vaksinasi untuk pekerja di sektor pariwisata sebanyak 700-1000 orang. Vaksinasi ditarget tuntas hingga bulan Juni atau selama 3 bulan.

“Hanya saja kendalanya pada ketersediaan vaksin dan vaksinator. Jumlah dosis vaksin di Bali dibagi ke seluruh Kabupaten/Kota,” kata Yoga.

“Mudah-mudahan sebelum open border di bulan Juli, semaksimal mungkin pelaku pariwisata di Bali sudah mendapatkan vaksin,” tambahnya.

Sementara, Adit, salah satu peserta vaksinasi di sektor pariwisata menyatakan harapannya agar pariwisata Bali kembali pulih. Selama setahun ini, Adit mengaku tidak bisa berbuat banyak karena sektor pariwisata mati suri akibat pandemi.

“Kalau kembali dibuka, saya senang, hampir setahun ini kami tidak bekerja,” ujar Adit.

Vaksinasi Covid-19 terhadap pekerja sektor pariwisata kembali digelar secara masal di Sanur, Bali, Selasa, 23 Maret 2021. Proses vaksinasi ditinjau oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra. (Way)