Obat Kuat Ilegal Diamankan Dari Kios, Satu Orang Jadi Tersangka

    


KBO Satres Narkoba Polres Purworejo, Iptu Edy Winawan, SE, menunjukkan barang bukti dan tersangka Syt - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Nasib apes dialami Syt (41), warga Desa Bungo, Wedung, Demak. Karena kedapatan menjual obat kuat (penambah stamina) yang tak memiliki ijin edar, Sy malah berurusan dengan polisi.

Dia ditangkap Satres Narkoba Polres Purworejo, Rabu (3/7) siang, dan kini mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari tangan tersangka Syt, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, satu box kecil obat merk Zhi Chuang Gao, satu box kecil obat merk 7, satu box kecil obat merk An Chang Wan, satu box kecil obat merk USA Grow Up Super, satu box kecil obat merk VigRX Plus, serta satu box kecil obat merk Nangen Zheng Zhangsu.

“Sudah setahun tersangka menjual obat kuat tersebut yang didapatnya dari Surabaya. Penjualannya secara langsung, dan konsumennya para pelanggan warga Purworejo,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui KBO Satres Narkoba, Iptu Edy Winawan, SE, dalam konferensi persnya, Selasa (9/7).

Terungkapnya kasus penjualan obat tanpa ijin edar tersebut, ujar Edy, berawal dari adanya informasi, bahwa di sebuah ruko di jalan Brigjen Katamso no 22, Purworejo, menjual obat-obatan yang tak memiliki ijin edar.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan beberapa barang bukti obat-obatan di toko Along, yang ternyata ditempati tersangka Syt. Dan obat-obatan tersebut diakui milik tersangka.

“Tersangka menjual obat-obatan tersebut dengan harga bervariasi, kisaran puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah,” ungkap Edy, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

Atas perbuatannya, terang Edy, tersangka dijerat dengan pasal 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Jon)