Normal Baru Dunia Pendidikan Berdampingan dengan Covid-19

    


Ilustrasi - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kesiapan menghadapi dibukanya kembali aktifitas masyarakat disinggung Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dalam webinar bersama pelaku pariwisata di Bali, Senin (18/5/2020).

Namun situasi yang normal sebelum covid-19, berbeda dengan aktifitas normal baru yang harus mengikuti sejumlah protokol kesehatan. Dalam Web seminar itu, Wagub bukan hanya menyinggung soal aktifitas pariwisata saja. Tapi juga semua lini kegiatan normal baru, termasuk pendidikan.

“Kan kita belum tahu kapan dibuka, bagaimana jika seandainya awal bulan Juni presiden kita sudah membukanya, para siswa sudah diperbolehkan melaksanakan pendidikan,” kata Cok Ace.

Ditambahkan Wagub, situasi yang saat ini jni masih menjadi visi itu perlu disiapkan sejak sekarang. Apa yang terjadi saat masyarakat benar-benar menghadapi era normal baru menjadi keniscayaan dalam beberapa waktu kedepan.

“Terus bagaimana kesiapan kita dilapangan, bagaimana penerapan pendidikan selanjutnya, proses belajar-mengajar dikelas, bagaimana ruangannya, itu kan harus kita pikirkan juga mulai sekarang,” jelasnya.

Di sisi lain, kalender pendidikan tetap harus berjalan sesuai agendanya. Tahun ini, kalender pendidikan yang akan segera dilaksanakan adalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021.

Hal yang tak bisa dipungkiri, menurut pengampu satuan pendidikan di SMA Negeri 7 Denpasar, Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, akan terjadi mobilitas masyarakat mencari sekolah baru.

“Kami mencoba antisipasi dengan membuat daftar antrian, jika terpaksa masyarakat harus datang ke sekolah. Kita batasi setiap sesi 10 orang, lainnya kita harapkan menunggu,” jelas Kasek yang akrab disapa dengan sebutan Ibu Cok ini.

Sampai sebelum aktifitas normal baru diputuskan secara nasional, pihaknya tetap menjalankan protokol kesehatan. Aktifitas belajar mengajar diselenggarakan secara daring, termasuk ujian kenaikan kelas yang saat ini tengah berlangsung.

“Kita berandai-andai kalau sekolah sudah dibuka dan ada pertemuan, sekarang kami sudah menyiapkan 2.000 masker yang akan kita bagikan untuk siswa. Itu sudah kita siapkan sejak sekarang,” jelasnya.

Pihaknya juga menyiapkan 28 wastafel yang tersebar di areal sekolah. (Way)