Nawa Sabda Utama di HUT Bank Jateng ke-54

    

Aset Rp 51,25 Trilyun Duduki Peringkat Kedua BPD di Indonesia

Pemberian bantuan bea siswa pada siswa kurang mampu, sebagai bentuk kepedulian Bank Jateng terhadap sesama - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pemberian bantuan bea siswa pada siswa kurang mampu, sebagai bentuk kepedulian Bank Jateng terhadap sesama – foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemotongan tumpeng yang dilakukan Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Juniar Shubchi, dan diberikan kepada Kasi Pelayanan, Ratna Puspasari, menandai puncak peringatan HUT Bank Jateng yang ke 54, di Kantor Cabang Purworejo, Kamis (6/4) pagi.

Sebelum tasyakuran pemotongan tumpeng, para karyawan mengikuti apel peringatan HUT Bank Jateng ke 54. Ada yang unik dari apel tersebut, karena seluruh peserta upacara, mengenakan pakaian adat Jawa Tengah. Menurut Juniar, hal tersebut bertujuan untuk nguri-nguri (melestarikan) budaya Jawa Tengah.

“Bank Jateng merupakan salah satu badan usaha milik daerah, yang tidak hanya fokus mencari keuntungan, tapi juga pada kearifan lokal,” ujar Juniar.

Usai pemotongan tumpeng, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bea siswa kepada siswa tak mampu, dan warga sekitar, serta penyapu jalanan di sekitar kantor cabang. Kata Juniar, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Bank Jateng pada sesama.

Pada kesempatan tersebut, Juniar membacakan sambutan Dirut Bank Jateng, Supriyatno. Kali ini, Dirut Bank Jateng mengeluarkan 9 hal, atau Nawa Sabda Utama, bagi seluruh jajaran Bank Jateng. Jelas Juniar, ada beberapa hal yang perlu disampaikan terkait Nawa Sabda Utama tersebut.

“Yang pertama, rasa syukur kepada Tuhan YME, di usia yang ke 54 ini Bank Jateng bisa tetap eksis dan semakin maju,” terang Juniar.

Kedua, lanjut Juniar, hingga Desember 2016, aset Bank Jateng mencapai Rp 51,25 triliun, atau meningkat dalam waktu 3 tahun, dari posisi Rp 30,70 triliun di tahun 2013. Aset ini menjadikan Bank Jateng menduduki peringkat ke 2 dari 27 BPD se Indonesia.

Ketiga, Bank Jateng mendapat rekor MURI, sebagai Bank Pelopor Bunga Rendah di Indonesia, dengan program Kredit Mitra Jateng 25, dengan bunga 7%, tanpa subsidi, tanpa jaminan, dan biaya administrasi. Berkat program tersebut, Gubernur Jateng mendapat penghargaan sebagai penggerak TPKAD Teladan 2016 dari Presiden Jokowi.

Pemotongan tumpeng oleh Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Juniar Shubchi, menandai puncak peringatan HUT Bank Jateng ke 54 - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pemotongan tumpeng oleh Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Purworejo, Juniar Shubchi, menandai puncak peringatan HUT Bank Jateng ke 54 – foto: Sujono/Koranjuri.com

“Keempat. Ada pemberian jasa produksi kepada pegawai yang semakin meningkat, dan kenaikan manfaat bagi para pensiunan Bank Jateng,” kata Juniar.

Kelima, kata Juniar, manajemen secara terbuka memberi kesempatan pada kader-kader Bank Jateng terbaik, untuk meraih promosi hingga jenjang yang tinggi, serta remunerasi dan kompensasi yang lebih memadai.

Keenam, meningkatkan daya saing, atau competitiveness. Dalam hal ini, jasa layanan dan kualitas pelayanan harus excellent, dengan pengembangan produk dan layanan berbasis tekhnologi.

Ketujuh, lanjut Juniar, menghadirkan layanan yang unik dan khas sesuai nilai budaya Jawa Tengah, yang sopan santun, andhap asor, tepa slira, guyub, rukun, dan semedulur.

Kedelapan, pemberian penghargaan dan cindera mata sebagai tali asih kepada para mantan Direksi Bank Jateng, karena kemajuan yang dicapai saat ini, tidak lepas dari perjuangan dan sumbangan pendiri dan para pendahulu.

“Terakhir, dengan kerja keras dan kerja cerdas, Bank Jateng menjelma menjadi perusahaan berkelas. Hari ini dan kedepan, akan kita warnai Bank Jateng sebagai organisasi kerja,” pungkas Juniar.
 
 
Jon