Museum Tosan Aji Purworejo Gelar Seminar Kebudayaan

    


Suasana Seminar Kebudayaan, guna meningkatkan eksistensi budaya, dalam menyongsong Romansa Purworejo 2020, Selasa (23/7), di Ballroom Hotel Plaza Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Guna meningkatkan eksistensi budaya, dalam menyongsong Romansa Purworejo 2020, Museum Tosan Aji Purworejo, dibawah naungan UPT Pengelolaan Kawasan Alun-alun pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, menggelar Seminar Kebudayaan.

Seminar yang berlangsung Selasa (23/7), di Ballroom Hotel Plaza Purworejo ini, diikuti oleh sekitar 150 peserta. Mereka ini, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Badan Otorita Borobudur, dinas yang menangani kebudayan atau pariwisata se eks karesidenan Kedu, budayawan dan penggiat seni.

Juga dinas terkait di lingkungan Pemkab Purworejo, guru beserta siswa, wartawan dan penggiat medsos, Bagus Roro Kabupaten Purworejo, serta para Pandemen Tosan Aji. Seminar dibuka oleh Agung Pranoto, Kabid kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo.

“Kita menghadirkan tiga narasumber dalam seminar ini. Mereka ini ahli dalam bidangnya,” jelas Helmi Fuad, ketua panitia seminar.

Para narasumber ini, Sugeng Wiyono, yang menyampaikan materi tentang filosofi keris, Winda Arsita Harimurti, materinya tentang pengenalan benda cagar budaya, dan Sudibyo, Dosen UGM, yang menyampaikan materi tentang Babad Tanah Bagelen.

Dijelaskan oleh Helmi Fuad, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) pada museum-museum di Indonesia, termasuk juga Museum Tosan Aji Purworejo. DAK yang diterima Museum Tosan Aji, sebesar Rp 450 juta.

Dana ini akan digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan museum, yang terbagi dalam 3 komponen, pengelolan koleksi ( kajian koleksi, inventarisasi koleksi, dan bahan konservasi), program publik (pameran, museum masuk sekolah, sosialisasi/workshop, pembuatan brosur), dan pemeliharaan aset (pemeliharaan tata pamer, gedung, dan gudang).

“Dan seminar kali ini, bagian dari program publik,” ungkap Helmi Fuad.

Lebih jauh Helmi Fuad menjelaskan, hingga saat ini, Museum Tosan Aji memiliki koleksi sebanyak 1138 tosan aji, dan merupakan museum yang memiliki koleksi tosan aji terbanyak di Indonesia. Koleksi yang ada, merupakan hibah dari masyarakat.

Ditargetkan, di akhir tahun 2019 ini, Museum Tosan Aji sudah memiliki data koleksi yang lengkap, akurat dan canggih. Nantinya, pengunjung masuk Museum Tosan Aji tinggal memindai barcode pakai HP, dan langsung bisa mendapat informasi Tosan Aji secara lengkap.

“Dengan seminar ini, masyarakat bisa lebih mengenal tentang tosan aji (keris), dan makna filosofinya,” pungkas Helmi Fuad. (Jon)