Muldoko Bekali Relawan JoSmart Dalam Deklarasi

    


Kepala staf kepresidenan, Muldoko bersama Akbar Tanjung dan Ustad Yusuf Mansyur dalam acara deklarasi JoSmart - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Relawan JoSmart Soloraya mendeklarasikan dukunganya kepada paslon 01, Jokowi-Ma’ruf Amin, Sabtu (26/1/2019).

Sejumlah tokoh pendukung hadir dalam deklarasi itu diantaranya, Jenderal (Purn) Muldoko, Akbar Tanjung, Ustad Yusuf Mansyur, ibunda Presiden Joko Widodo Hj Sudjiatmi Notomiharjo, para relawan dan masyarakat pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Tidak ketinggalan tujuh belas perwakilan alumni perguruan tinggi se Indonesia juga tampak hadir dalam acara deklarasi.

Mereka diantaranya para alumnus UNS, ITB, IPB, Trisakti, Undip, Erlangga, UMS, UI, Gajah Mada, UTP dan sejumlah alumnus perguruan tinggi lainnya pro Jokowi.

Mengawali sambutannya, Ketua Umum JoSmart Herry Sosiawan mengatakan, saat ini Indonesia butuh pemimpin yang santun, bukan pemimpin yang memiliki sifat pemberang.

“Indonesia butuh Presiden yang berpestasi dan merakyat, bukan yang suka menghina rakyat, bukan pemimpin yang konyol dan suka menari-nari. Pemimpin yang sudah teruji, bukan suka dipuji,” kata Herry Sosiawan.

Sementara, Muldoko memaparkan, berbicara di dalam komunitas relawan jauh lebih mudah karena memiliki satu kesamaan misi memenangkan Jokowi-Amin.

Namun bagi dia, jauh lebih penting lagi membangun komunitas baru di masyarakat yang memberikan misi yang sama. Tugas ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh relawan dan masyarakat pendukung Jokowi Amin.

Muldoko mengaku, tidak mudah mempengaruhi hati dan pikiran manusia, akan tetapi dengan cara door to door serta memberikan masukan tentang pencapaian hasil prestasi pemerintah selama ini akan mampu merebut hati masyarakat.

Dimulai dari sekasur, para penghuni seisi rumah. Sedulur, saudara dan sahabat. Lantas Sesulur atau mengajak masyarakat di sekitarnya.

Kepala staf kepresidenan era Presiden Jokowi ini juga menyebutkan, pentingnya Indonesia dipimpin oleh Presiden yang sudah memiliki program yang jelas. Menurutnya, diperlukan pemimpin yang memiliki Leadership kuat karena Indonesia merupakan negara besar, memiliki lebih dari 714 etnis, serta 1700 lebih bahasa lokal.

“Indonesia tidak bisa dipimpin dengan cara coba-coba, apalagi tanpa program yang jelas,” jelas Muldoko.

Ditambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya fisik yang memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia. Namun, konektivitas peradaban manusia dari Sabang sampai Merauke jauh lebih penting jika dibandingkan dari manfaat fisik pembangunan infrastruktur.

Pembekalan tidak hanya diberikan oleh Muldoko. Dewan pengarah TKN, Akbar Tanjung dan Ustad Yusuf Mansyur juga memberikan pembakalan kepada para relawan JoSmart.

Acara yang dihadiri ribuan relawan, diisi dengan penyerahan selendang dari ibunda Jokowi kepada Ketua Umum dan Sekjen JoSmart, juga ketua JoSmart Soloraya. (JK)