Mulai Berlaku Karantina 3 Hari untuk PPLN dan Persiapan Bali Hadapi Pertemuan G20

    


Petugas di bandara Ngurah Rai menunjukkan proses pengisian aplikasi e-hac untuk mengetahui rekam perjalanan pelaku perjalanan dalam negeri maupun internasional - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pemerintah melalui Satgas Covid-19 melakukan addendum Surat Edaran Satgas Nasional tentang pelaku perjalanan internasional baik WNI maupun WNA. Tujuan addendum SE tersebut untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadi peningkatan penularan COVID-19.

Aturan dalam addendum SE itu mulai berlaku pada 2 November 2021. Salah satu poin yang diatur adalah, masa karantina para pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Jika sebelumnya masa karantina berlaku 5 hari untuk semua PPLN, kini aturan karantina berlaku untuk dua hal.

Pertama, bagi yang sudah vaksin lengkap karantina 3×24 jam, dan hari ke-2 harus melakukan tes swab RT-PCR. Kedua, bagi yang telah vaksin dosis pertama saja, karantina dilakukan selama 5×24 jam dan hari ke-4 wajib tes swab PCR.

“Maksud addendum SE ini adalah untuk mengubah ketentuan lama waktu karantina dan waktu tes RT-PCR kedua bagi pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi COVID-19,” kata Kepala BNPB selaku Ketua Satgas Covid-19 Letjend TNI Ganip Warsito, Selasa, 2 November 2021.

Bali yang telah membuka pintu masuk untuk pelaku perjalanan internasional sejak 14 Oktober, menyambut Addendum SE Nomor 20 Tahun 2921 tentang protokol kesehatan perjalanan pada masa pandemi covid-19.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan perkembangan Covid-19 di Bali yang sudah cukup baik, melandai, dan mulai stabil. Hal ini dikarenakan pencapaian vaksinasi di Bali sudah tinggi. Untuk vaksinasi pertama telah tercapai lebih dari 100% dan vaksinasi kedua mencapai lebih dari 85%.

“Vaksinasi yang pencapaiannya cukup tinggi ini mendukung upaya pemerintah pusat membuka kembali pintu masuk pelaku perjalanan internasional melalui Bali,” kata Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan duta besar Inggris untuk Indonesia Owen J di Denpasar, Selasa, 2 November 2021.

Penerapan prokes secara ketat dan vaksinasi yang dilakukan secara masif di Bali, juga menjadi bagian dari agenda pertemuan G20.

“Sehingga Kami harus menerapkan disiplin prokes seuai arahan Bapak Presiden RI, Joko Widodo yang dalam arahannya menegaskan wisatawan mancanegara boleh dibuka, akan tetapi covid-19 harus dijaga agar G20 kondusif,” ujar Koster.

Masyarakat juga mulai diijinkan beraktifiitas dengan menerapkan standar prokes yang tinggi. Begitu juga wisatawan yang berkunjung ke Bali harus mengikuti persyaratan mulai dari perjalanan, kedatangan, dan selama beraktivitas di tempat pariwisata .

“Aktifiitas masyarakat lokal Bali sudah normal, termasuk wisatawan domestik juga sudah mulai berlibur ke Bali,” jelas Koster. (Wahyu Siswadi/Kode: Way)