Mulai 25 Maret, E-TLE Diberlakukan di Purworejo

    


Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, menunjukkan pantauan layar monitor CCTV di ruang kontrol untuk E-TLE yang dipasang di pertigaan Lengkong, Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satlantas Polres Purworejo, secara resmi melaunching E-TLE (Elektronik Traffic Law Enforcement), Minggu (24/2) lalu, pada Millenial Road Safety Festival, di alun-alun Purworejo.

E-TLE sendiri, merupakan sistem dengan teknologi yang secara otomatis mendeteksi plat motor kendaraan, merekam pelanggaran, dan menyimpan bukti pelanggaran. Dalam hal ini, pelanggar terekam CCTV, data pelanggar terekam, serta jenis pelanggaran dan plat nomor pelanggar.

“CCTV untuk E-TLE ini kita pasang di pertigaan Lengkong, jalan Tentara Pelajar. Kenapa dipasang disitu? Karena titik tersebut rawan kecelakaan dan rawan pelanggaran,” jelas Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha, Jum’at (1/3).

Sejak dilaunching hingga sebulan ke depan, menurut Nyi Ayu, masih dalam tahap uji coba dan sosialisasi. Jika terjadi pelanggaran, akan diberi surat teguran. Penindakan pelanggaran, akan mulai diberlakukan 25 Maret mendatang. Ada petugas yang siap 24 jam untuk memantau layar CCTV.

Dijelaskan Nyi Ayu, jenis pelanggaran yang dipantau, pelanggaran kasat mata, seperti tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua, melanggar marka, tidak memakai sabuk pengaman, telat pajak kendaraan, maupun melanggar traffic light.

Jika terjadi pelanggaran, ujar Nyi Ayu, data pelanggar diidentifikasi melalui SRC (Smart Regident Center). Surat bukti pelanggaran dan surat konfirmasi akan dikirim pihak kepolisian melalui PT Pos, kepada terduga pelanggar. Selanjutnya, terduga dapat mengklarifikasi/konfirmasi paling lambat 3 hari setelah surat diterima.

“Konfirmasi bisa melalui SMS, WA dan telpon ke no 085292464477. Jika tidak segera melakukan konfirmasi, maka petugas akan blokir STNK,” terang Nyi Ayu.

Pentingnya konfirmasi bukti pelanggaran ini, digunakan agar terduga pelanggar bisa mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar, termasuk, jika kendaraan sudah dijual kepada pihak lain dan belum balik nama.

Setelah melakukan konfirmasi, kata Nyi Ayu, pelanggar akan diberikan surat tilang serta kode BRIVA sebagai kode virtual untuk pembayaran tilang di bank BRI, atau pelanggar bisa hadir di persidangan. Dan jika pelanggar tidak melakukan pembayaran, maka petugas secara otomatis akan memblokir STNK.

Nyi Ayu menghimbau, agar segera sesuaikan data kendaraan (balik nama), untuk mengetahui jika kendaraan yang digunakan mengalami pelanggaran lalu lintas.

“Dengan E-TLE ini, harapannya jumlah pelanggaran berkurang, dan bisa mengurangi angka kecelakaan. Pastinya, agar masyarakat sadar akan pentingnya keselamatan berlalulintas,” pungkas Nyi Ayu. (Jon)