Mudarta: Haram Hukumnya Tandem Dengan Partai Lain

    


Ketua DPD Partai Demokrat I Made Mudarta (berdiri) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Biaya politik yang cukup besar membuat calon legislatif memilih melakukan tandem untuk melakukan kampanye. Di Partai Demokrat, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta meminta agar calegnya mencari tandem dalam satu partai.

“Haram hukumnya tandem dengan partai lain,” jelas Mudarta dalam pembekalan calon anggota DPRD Partai Demokrat di Waribang, Denpasar, Selasa, 28 Agustus 2018.

Ia menyatakan, biaya rata-rata untuk maju sebagai Caleg DPR RI membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,5 milyar, sedangkan di tingkat DPRD Tingkat I Rp 1,5 milyar dan di tingkat Kabupaten/Kota rata-rata Rp menghabiskan biaya Rp 500 juta. Dengan tandem, dikatakan Mudarta, biaya yang dikeluarkan dapat dihemat hingga 50 persen.

“Jadi keuntungan biaya yang bisa dihemat cukup signifikan sampai 50 persen,” tambahnya.

Dalam pembekalan dan Workshop itu, Mudarta membantah isu yang menyebutkan Partai Demokrat menjadi partai terkorup. Pihaknya memiliki data resmi dan valid terkait kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK, Kejaksaan hingga Kepolisian. Data itu akan digunakan untuk mengkounter isu-isu yang berkembang.

“Kita akan membuat grup-grup WA untuk countering isu-isu yang menyudutkan partai Demokrat,” jelas Mudarta.

Workshop dan pembekalan calon anggota DPRD Bali Provinsi/Kabupaten/Kota Partai Demokrat dihadiri oleh kader dari seluruh Bali. Ada sekitar 400 bacaleg yang hadir dalam acara itu.

Mudarta menjelaskan, DPD masih akan menyeleksi bacaleg untuk memutuskan dalam Daftar Caleg Tetap (DCT). (Way)