MPR Usulkan Pelajaran PMP Dihidupkan Lagi

    


Sosialisasi 4 pilar MPR RI oleh DR H Bambang Sadono, SH, MH, di Hotel Plaza Purworejo, Minggu (7/5) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – DR. H Bambang Sadono, SH, MH, anggota DPD RI/MPR RI, mengadakan sosialisasi tentang empat pilar MPR RI, Minggu (7/5), bertempat di aula Hotel Plaza, Purworejo.

Sosialisasi diikuti oleh para pengurus Partai Golkar, tokoh masyarakat, tokoh budaya, organisasi kemasyarakatan, kader Partai Golkar, dan dihadiri Ketua Partai Golkar Purworejo, Yuli Hastuti, SH, dengan moderator Puguh Setyadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Sadono menjelaskan tentang arti pentingnya 4 pilar MPR RI, yang dulu dikenal sebagai 4 pilar kebangsaan, yakni, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi, UUD NKRI 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Itulah kenapa, MPR merupakan pendukung terbesar dalam kampanye 4 pilar berbangsa dan bernegara ini,” ujar Bambang Sadono.

Bambang Sadono juga menyoroti tentang pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila), yang dihilangkan dan diganti dengan PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) di sekolah-sekolah. Bambang minta pada pemerintah, agar pelajaran PMP dihidupkan lagi, karena Pancasila merupakan pondasi utama dalam membangun negara.

Sementara itu, Kelik Ardani, selaku panitia dalam kegiatan tersebut menjelaskan, bahwa sosialisasi tersebut merupakan agenda dari sekertariat DPD RI, dengan menghadirkan Bambang Sadono.

“Intinya menyamakan persepsi tentang 4 pilar ini. Yang dulu dikenal sebagai 4 pilar kebangsaan, kini menjadi 4 pilar MPR RI,” jelas Kelik.
 
 
Jon