MPLS SMKN 1 Purworejo Tekankan Pendidikan Karakter Budaya Industri

    


Para siswa baru SMK N 1 Purworejo, saat mengikuti MPLS dengan penyaji materi dari personil Kodim 0708, tentang tata upacara bendera dan baris berbaris, Rabu (18/7) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Saat mengikuti MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) selama 3 hari, dari Senin (16/7) hingga Rabu (18/7), pendidikan karakter budaya industri, menjadi hal penting dalam pemberian materi bagi 384 siswa baru SMKN 1 Purworejo. Sekolah itu membuka 7 kompetensi keahlian yakni, Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan, Design Pemodelan dan Informasi Bangunan, Design Interior dan Teknik Furniture, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Permesinan, Teknik Pengelasan dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif ).

Selain pendidikan karakter budaya industri, penekanan juga dilakukan dalam pengenalan sekolah sebagai sekolah Adiwiyata. Hal tersebut dilakukan, mengingat sekolah ini maju dalam Adiwiyata Mandiri tahun ini.

“Pentingnya pendidikan karakter budaya industri di sekolah, supaya siswa nantinya ketika terjun di dunia industri sudah terbiasa, dan tak kaget lagi,” jelas Humas SMK N 1 Purworejo, Sugeng Wiyono, ST, MEng, mewakili Kepala Sekolah, Budiyono, SPd, MPd, Rabu (18/7/2018).

Selama MPLS, ujar Sugeng, para siswa baru juga diberikan sejumlah materi. Pada hari pertama, materi yang diberikan tentang pengenalan jurusan dan kurikulum, tata tertib sekolah, serta kerohanian dan ibadah.

Untuk hari kedua, materi yang diberikan meliputi, pengenalan sekolah Adiwiyata, serta pengenalan ekstra kurikuler (marching band, bola voli, basket, bulu tangkis, silat, Bawana pecinta alam, teater, hari hadroh, dan futsal.

Pada hari ketiga, diisi dengan bakti kampus, tata upacara bendera dan baris berbaris dari Kodim 0708 Purworejo, serta diakhir dengan penutupan.

MPLS sendiri, menurut Sugeng, wajib dilakukan tiap sekolah, pada awal masuk sekolah bagi siswa baru. Hal ini bertujuan, untuk memberi kesan positif dan menyenangkan bagi siswa terhadap lingkungan sekolah barunya, serta membantu peserta didik mengenal lebih dekat lingkungan baru.

Juga, memotivasi peserta didik agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolahnya, serta mendorong peserta didik memahami budaya sekolah dan kurikulum sekolah.

“Dalam MPLS ini, kita menyiapkan 24 penyaji materi, dan didukung personil Kodim 0708,” pungkas Sugeng. (Jon)