Mola TV Pemegang Hak Siar Liga Inggris

    


BALI: Mola TV sebagai pemegang seluruh hak Siar Premiere League musim 2019/2020 dan 2021/2022, adalah platform hiburan yang menyajikan konten eksklusif dengan cara menggabungkan elemen live TV, on-demand viewing, interaktif dan media sosial - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mola TV menjadi pemegang hak siar Premier League atau Liga Inggris. Platform hiburan ini merupakan penggabungan elemen live TV, on-demand viewing, interaktif dan media sosial.

Bobby Christoffer sebagai Coo Mix menjelaskan, Mola TV memegang seluruh hak siar Premier League tahun 2019-2022. Jadi, seluruh pertandingan liga bergengsi di Inggris dapat dinikmati oleh penggila bola melalui beberapa platform.

“Mola TV dapat disaksikan melalui berbagai tayangan free to air, parabola, smart TV Mola dan perangkat steraming full HD mola yang disambungkan ke televisi,” jelas Bobby di Kuta, Selasa, 6 Agustus 2019.

Unyuk menyaksikan siaran secara gratis, pihaknya menggandeng stasiun TVRI yang menyediakan 3 pertandingan setiap pekan. Untuk mendapatkan tayangan secara gratis lainnya, Mola TV juga menyediakan melalui aplikasi Android yang bisa dilakukan dengan cara registrasi.

“Di Android ada 4 pertandingan per minggu dan gratis,” tambah Bobby.

Di area bisnis seperti Cafe, hotel maupun restoran, Bobby mengatakan, venue atau usaha komersial yang menyelenggarakan nobar melalui Mola TV dipastikan agar memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dengan mendapatkan lisensi tayang dari pemilik hak siar, usaha komersial akan mendapatkan registrasi resmi sebagai anggota dan venue yang terdaftar.

“Mereka juga akan mendapatkan siaran resmi untuk dari pemegang hak siar,” tambahnya.

Sementara, Kanit 1 Subdit 4 Tipidter Bareskrim Polri AKBP Amir Hamzah ikut hadir pada sosialisasi pemegang Hak Cipta Mola TV untuk tayangan Liga Inggris.

Pihaknya menghimbau agar tayangan diluar di area berbayar telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap penayangan hak siar, menurutnya, akan memiliki dampak hukum.

“Peran Polri yakni memberikan perlindungan hukum terhadap legalitas penyiaran dan penayangan hak siar eksklusif. Jadi, taatilah norma-norma yang sudah ada,” jelas Amir Hamzah. (Way)