MKKS SMP Purworejo Adakan Workshop IKM Penyusunan ATP dan Modul Ajar

oleh
Suasana workshop IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) penyusunan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dan Modul Ajar, Selasa (19/07/2022), di Ganesha Convention Hall, Purworejo, yang diselenggarakan MKKS SMP - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Kabupaten Purworejo mengadakan workshop IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) penyusunan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) dan Modul Ajar, Selasa (19/07/2022), di Ganesha Convention Hall, Purworejo.

Dibuka oleh Kasub Koordinator Kurikulum Penilaian dan Kesiswaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Paryono, MPd, workshop menghadirkan narasumber Kepala SMPN 1 Bringin, Kabupaten Semarang, Umi Mazro’ah, S.Pd, M.Pd.

Dijelaskan oleh Ketua MKKS SMP Purworejo, Dr Nikmatur Rohmah, M.Pd, workshop diikuti sekitar 87 peserta, terdiri dari koordinator mata pelajaran, Ketua MGMP dari 12 mapel, guru yang terpilih oleh koordinator dan MGMP yang bersangkutan, ditambah BK (Bimbingan Konseling), TI (Teknologi Informasi) dan Nonis.

“Workshop kali ini, kelanjutan dari workshop yang sudah kita laksanakan sebelumnya di Hotel Sanjaya Inn,” ujar Nikma, panggilan akrab Nikmatur Rohmah, di sela kegiatan.

Tujuan dari workshop ini, menurut Nikma, yang didampingi Wakil Ketua MKKS Sutarto, M.Pd, bertujuan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, karena di Purworejo belum pernah menjalankan, dan baru pertama kali.

Dipilihnya Kepala SMPN 1 Bringin sebagai narasumber utama, dikarenakan sekolah ini sudah menjalankan Kurikulum Merdeka selama 3 semester ini dan mendapat pendampingan langsung dari pusat.

“Dalam pelaksanaannya, setiap satu semester selalu dievaluasi dan beberapa mengalami perubahan,” terang Nikma.

Setelah pembuatan ATP ini, menurut Nikma, akan ada pendampingan dari mereka yang sudah melaksanakan itu, yakni guru-guru mapel dari SMPN 1 Bringin, jadi tidak dilepas begitu saja.

Dalam menghadapi pelaksanaan IKM, kata Nikma, dari MKKS SMP Purworejo sudah dua kali melakukan workshop, secara in dan on. Sebelumnya, dalam workshop yang diikuti para kepala sekolah SMP dan tim kepala sekolah ini membahas tentang penyusunan kurikulum dan pengenalan IKM.

“Tinggal kita jalan, kita evaluasi, jadi kemungkinan permasalahan antara sekolah yang satu dengan yang lain beda-beda. Makanya disebut dengan Merdeka, tergantung dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing,” ungkap Nikma.

Harapannya, terang Nikma, sesuai harapan pemerintah bisa mensukseskan kurikulum Merdeka Belajar, bisa mengakomodir minat dan bakat anak-anak tanpa paksaan, serta bisa meningkatkan kemampuan bakat minat anak.

“Seharusnya sudah dimulai, namun sebagian pemula, ada toleransi dari pemerintah. Ada konten-konten tertentu yang harus dipenuhi,” pungkas Nikma sambil menambahkan, dalam workshop ini peserta dibuat berkelompok sesuai mapel. (Jon)

KORANJURI.com di Google News