Milad ke 7 SMK Kesehatan Purworejo, tetap Inovatif, Kreatif dan Berprestasi

    


Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, SSos, MPd, saat menyerahkan hadiah dan penghargaan bagi guru berprestasi, yang tahun ini diraih Nina Hadnisari, S.ST dan Dra. Endang Wahyuningsih, Apt, M.Kes - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Peringatan milad ke 7 SMK Kesehatan Purworejo tahun ini diperingati secara sederhana, karena masih dalam masa pandemi.

Puncak peringatan milad ke 7 yang berlangsung di Kampus 1, jalan Kesatrian, Purworejo, ditandai dengan acara tasyakuran, sekaligus pengajian dalam rangka Isro’Mi’raj dengan penceramah Daimurahman, SHI, MPd.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan siswa, Yayasan Bina Tani Bagelen, tiga kepala sekolah dibawah naungan Yayasan Bina Tani Bagelen, yakni, SMK Pancasila 1, SMK Pancasila 2, dan SMA Pancasila, serta para guru.

“Karena dalam masa pandemi, peringatan milad ke 7 ini kami laksanakan secara terbatas dan penuh kesederhanaan, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Namun begitu, tidak mengurangi esensi dari makna peringatan itu sendiri,” ujar Nuryadin, SSos, Mpd, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, di sela kegiatan.

Rangkaian milad kali ini, kata Nuryadin, adanya lomba-lomba dari para siswa. Pemberian hadiah untuk para pemenang dilakukan pas acara tasyakuran, sekaligus pemberian hadiah dan penghargaan bagi guru berprestasi, yang tahun ini diraih Nina Hadnisari, S.ST dan Dra. Endang Wahyuningsih, Apt, M.Kes.

Tema milad ke 7 ini, kata Nuryadin, Berinovasi, Berkreasi, dan Berprestasi di Masa Pandemi. Tema ini diangkat, dalam rangka untuk tetap menjaga, meski dalam masa Pandemi, harus tetap berkreasi, berinovasi, dan tetap harus dipertahankan prestasi, apapun kondisinya.

“Ini menjadi tantangan kita. Harapan kita, di usianya yang ke 7 ini, SMK Kesehatan Purworejo tetap bertahan, bahkan bisa berkembang,” ujar Nuryadin.

Saat ini menurut Nuryadin, SMK Kesehatan Purworejo dalam fase mempertahankan kepercayaan. Dia selalu menyampaikan, untuk mendapatkan kepercayaan ini susah. Tetapi lebih susah menjaga kepercayaan.

Nuryadin mencontohkan, banyak lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, yang sudah pada posisi puncak, tapi bisa jatuh dan berguguran, karena dia terlena.

“Untuk itu kami berharap, SMK Kesehatan Purworejo tidak terlena. Tetap bisa bertahan dan berkembang, serta tetap bisa mempertahankan prestasi,” pungkas Nuryadin. (Jon)