MICE Tingkat Kementerian di Bali Pasca Corona Datangkan Ribuan Peserta

    


Mendagri Tito Karnavian, Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose menghadiri MICE tingkat Kementrian di BNDCC Bali, Kamis, 27 Februari 2020 - foto:Istimewa

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri MICE pertama di Bali pasca wabah virus corona covid-19 di Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Badung, Kamis, 27 Februari 2020.

Rapat koordinasi yang dihadiri lebih dari 2.000 orang itu membahas tentang Pilkada serentak tahun 2020. Mendagri Tito Karnavian hadir dalam acara itu.

“Potensi wisatawan lokal cukup menjanjikan dan memilki daya beli yang kuat. Untuk itu pasar domestik diharapkan dapat menutupi pasar Tiongkok yang melemah akibat Corona,” kata Mendagri Tito Karnavian di Nusa Dua Bali, Kamis, 27 Februari 2020.

Gubernur Bali Wayan Koster menambahkan, sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih dari 50% terhadap PDRB Provinsi Bali.

Dengan adanya kasus Corona, tambah Gubernur, Bali berpotensi kehilangan kunjungan wisatawan khususnya Tiongkok. Daerah yang paling merasakan dampaknya yakni, Badung, Denpasar, Gianyar dan Klungkung. Kondisi itu berdampak pada pendapatan PHR yang berpengaruh pada PAD.

“Kedepannya agar semakin banyak lagi kegiatan MICE, baik dari kementerian maupun lembaga lainnya yang diselenggarakan di Bali. Sehingga, berdampak positif bagi pariwisata serta pergerakan ekonomi masyarakat Bali,” kata Gubernur.

Rakor Bidang Politik dan Pemerintahan Umum

Pilkada serentak akan berlangsung September 2020 mendatang. Terkait hal itu, Pemprov Bali dan stakeholder, berkomitmen menggelar Pilkada secara demokratis dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi.

Proses Pilkada akan berjalan baik, menurut Koster, akan membawa perubahan, dan kemajuan.

“Demokrasi di Indonesia akan tumbuh semakin matang dan menghasilkan para pemimpin daerah yang bisa membawa perubahan, kemajuan dan sesuai harapan masyarakat,” jelas Koster.

Mendagri Tito Karnavian menyatakan, keberhasilan pemilihan tak hanya dilihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya saja. Namun, juga menjadi tolok ukur keberhasilan masyarakat memilih pemimpinnya.

“Pilkada Serentak 2020 harus berjalan lancar di seluruh daerah, baik keamanan maupun netralitas para ASN,” kata Tito.

Rakor di Nusa Dua dihadiri perwakilan dari 34 Provinsi, DKPP dan Kejaksaan Tinggi dari seluruh Provinsi, Bawaslu di Kabupaten/Kota, serta KPU dan Bawaslu Provinsi yang daerahnya menggelar Pilkada. (Way/*)