Mereka Pilih Tinggal di Kuburan Karena Ekonomi

    


Pemukiman warga di tengah Tempat Pemakaman Umum Tipes, Solo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ini menjadi potret ratusan keluarga miskin penghuni TPU Tipes, yang berada di Kampung Dewekan, Kalurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah. Mereka terpaksa harus membangun rumah di bekas pemakaman umum yang sudah tidak lagi difungsikan.

Disitu, ratusan nisan masih punya ahli waris yang menziarahi makam tersebut. Namun warga yang memutuskan tinggal diantara deretan kuburan, tak ada pilihan lain untuk tidak bertahan disitu karena ekonomi.
Basuki, salah satu warga yang tinggal di eks pemakaman umum itu mengatakan, ada ratusan warga yang memanfaatkan lahan pemakaman untuk dijadikan tempat tinggal.

“Saya ikut-ikutan membangun, karena warga lain juga begitu. Sebelumnya, saya kontrak rumah yang harga per tahunnya Rp 1,5 juta. Tapi karena ada kesempatan, akhirnya saya ikut warga lain cari lokasi untuk bangun tempat tinggal. Yang penting bisa untuk bernaung,” ujarnya.

Ia merasa bersyukur mendapatkan lokasi yang menurutnya cukup strategis dan berdekatan dengan pemukiman warga lain diluar tembok makam. Selain itu, dalam satu areal rumah yang dibangunnya, ia hanya bersanding dengan dua makam yang dianggapnya paling dekat.

Rumah lain kondisinya lebih parah. Beberapa kuburan bahkan menyatu dan berada di dalam rumah. Basuki mengatakan, warga tidak punya pilihan lain termasuk dirinya untuk beralih ke lokasi yang lebih layak.

“Alasannya semua sama. Karena tidak punya rumah dan kalaupun cari kontrakan, kami semua tidak ada biaya. Kalau dipikir-pikir, saya sendiri juga takut tapi mau bagaimana lagi, untuk makan saja sulit,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus bagi warga yang tinggal di TPU, mereka menumpang di toilet umum yang berjarak sekitar 500 meter dari pekuburan itu. Realita ini menjadi semakin lengkap, ketika jemuran dan perkakas memasak, semua diletakkan diatas batu nisan.

TPU Tipes atau biasa disebut dengan Makam Dewekan menjadi satu-satunya pemakaman Umum yang masih tersisa di wilayah perkotaan di Kota Solo. Sejak 1 Februari 1999 pengurus Yayasan BUPKUI sudah menutup tanah wakaf kuburan Tipes itu.
 
 
way