Menuju Dua Dasawarsa SMK PGRI 3 Denpasar

    


Lomba ngelawar sebagai rangkaian HUT Ke-20 SMK PGRI 3 Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Rangkaian HUT ke-20 SMK PGRI 3 Denpasar diisi dengan sejumlah kegiatan. Sebelumnya pada Rabu (22/1/2020), sekolah kejuruan pariwisata itu untuk kali pertama menggelar event job fair dan education fair.

Sejumlah lembaga dari dunia usaha dan dan dunia industri, politeknik pariwisata dan lembaga pelatihan kerja, terlibat dalam acara itu.

Kemudian, pada Kamis (23/1/2020), bertepatan dengan Hari Raya Siwaratri, siswa sekolah tersebut mengikuti lomba ngelawar atau memasak dengan cara mencacah daging yang dilakukan secara kolektif.

Ngelawar, dikatakan Kepala sekolah setempat Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., selain mengasah ketrampilan siswa, juga memupuk rasa kebersamaan karena dilakukan secara bergotong-royong.

“Filosofi itu terkandung dalam tradisi ngelawar. Ini yang perlu kita tanamkan kepada siswa yakni, menjaga budaya kebersamaan dan bersosial,” jelas Madiadnyana, Kamis, 23 Januari 2020.

Kegiatan itu dihadiri oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang pentingnya menjaga budaya dalam kehidupan sehari-hari. Sambutan Walikota dua periode itu, diterjemahkan oleh Madiadnyana, sebagai konsistensi dan hal paling dalam yang ada dalam diri manusia.

“Kita sebagai generasi paling tidak bisa mempertahankan. Salah satu yang bisa kita realisasikan dalam bentuk pelajaran dan sewaktu-waktu dikompetisikan seperti lomba ngelawar ini,” jelasnya.

Selain kompetisi budaya, rangkaian hari jadi sekolah juga bertepatan dengan Melaspas gedung sekolah baru di jalan Narakesuma, Denpasar. Gedung bertingkat dengan ornamen khas Bali itu dibangun dengan biaya mencapai Rp 28 milyar.

Madiadnyana mengatakan, pendidikan yang dibangun melalui lembaga SMK PGRI 3 Denpasar mampu berkembang dan mencetak sumber daya unggul di bidang pariwisata.

Dari perkembangan itu, ia berharap SMK PGRI 3 Denpasar memberikan contoh untuk sekolah-sekolah lain, khususnya sekolah dibawah naungan PGRI.

“Saya berharap sekolah ini bisa ditiru oleh sekolah lain. Memang kemajuan ini tercapai karena kerja keras banyak pihak, terutama guru dan staf sekolah,” kata Madiadnyana.

Ia menambahkan, tamatan SMK PGRI 3 memiliki etos kerja tinggi. Itu menandakan kualitas SDM dan kompetensi keahlian yang diajarkan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. (Way)