Menkes: Tidak Ada Data Kesehatan di Bali yang Buruk

    


Menteri Kesehatan dr. Nila Moeloek pada acara Temu Media Ekspos Pembangunan Daerah yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Sanur, Selasa (23/4/2019) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Menteri Kesehatan Nila Moeloek melihat data kesehatan di Bali mencapai angka nasional. Tidak ada data kesehatan di Bali yang buruk.

“Saya melihatnya dari Universal Health Coverage (UHC) sudah tercapai. Sudah diatas 95, jadi sedikit lagi sudah 100 persen. Dan juga JKN ini ada tambahan plusnya saya lihat dengan JKN KBS tadi,” kata Nila Moeloek di Denpasar, Rabu, 24 April 2019.

Ia mencontohkan angka stunting di Bali yaitu 19. Di Denpasar justru mencapai 9 yang kondisinya jauh lebih rendah dari angka stunting nasional 31,8.

“Artinya sudah mencapai kesadaran kesehatan,” ujarnya.

Program kesehatan di Bali saat ini didukung oleh regulasi yang berlaku tahun ini yakni, Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) melalui Pergub No. 104 tahun 2018.

Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendampingi Menkes mengatakan, jaminan itu untuk semua masyarakat Bali. Mereka mendapatkan jaminan kesehatan melalui pembiayaan sharing antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota.

“Kartu jaminan kesehatan aktif saat itu juga, bayi baru lahir langsung terdaftar, dengan sistem rujukan terintegrasi yang tentunya lebih cepat,” jelas Cok Ace membacakan sambutan Gubernur Bali.

Ada beberapa manfaat tambahan pada JKN-KBS seperti, pelayanan kesehatan tradisional, transportasi pasien gawat darurat dan transportasi jenazah gratis, visum et repertum dan pelayanan hiperbarik gratis.

Akan dikembangkan pula, sistem penanganan keluhan di semua fasilitas.

“Sedang dirancang Perda tentang standarisasi pelayanan kesehatan yang akan mendukung penuh program JKN-KBS ini, sehingga pelayanannya tercover secara universal,” ujarnya demikian.

Alokasi anggaran JKN KBS dari Pemerintah Daerah mencapai Rp 450 miliar. Dari 4,2 juta masyarakat Bali, lebih dari 95 persennya sudah tercover JKN. (*)