Menjelajah Amed, Pesisir Eksotis Pantai Berpasir Hitam

    


Pasir hitam di sepanjang pantai Amed, Karangasem Bali berlatarbelakang Gunung Agung - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Desa Purwakerti di Kabupaten Karangasem Bali memiliki keindahan dengan pantai Amed yang terlihat berceruk jika dilihat dari ketinggian. Amed adalah pesisir timur pulau Bali yang berhadapan langsung dengan Gili Trawangan, Lombok, NTB.

Sebagai desa wisata yang penuh dengan pemandangan elok, baik darat maupun panorama bawah lautnya, disitu mudah ditemukan fasilitas pendukung pariwisata seperti pondokan yang berderet di sepanjang jalan.

Desa pesisir di ujung timur Bali itu, saat ini menjadi kawasan wisata favorit yang banyak dikunjungi turis asal Eropa.

Desy Madalia seorang pengelola pondokan Amed Lodge mengatakan, cukup banyak penginapan yang bertebaran di sepanjang Pantai Amed. Penginapan yang tersedia itu rata-rata selalu penuh di setiap musim.

Pengelola Pondokan Amed Lodge, Desy Madalia - foto: Koranjuri.com

Pengelola Pondokan Amed Lodge, Desy Madalia – foto: Koranjuri.com

“Kalau yang ada di Amed Lodge hampir selalu penuh. Kebanyakan wisatawan asal Perancis yang menginap disini,” jelas Desy.

Desy menambahkan, pondokan yang dikelolanya bernuansa tradisi dengan bangunan perpaduan bahan kayu dan beton. Namun, jika dilihat dari kamar-kamar yang tersedia di Amed Lodge, yang tampak semua berbahan kayu.

Meski menurut Desy, sentuhan moderen juga dilakukan agar wisatawan lebih nyaman tinggal.

“Kami punya 7 kamar yang berbeda dengan peruntukkan untuk mereka yang lagi berbulan madu atau para backpacker,” jelas perempuan asal Jakarta ini.

Selain itu, lokasi yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai, membuat pondokan itu serasa menyatu dengan laut. Suara debur ombak selalu terdengar setiap saat.

Ombak di teluk Amed cukup tenang, karena tidak berada di laut lepas. Pasir hitam menjadikan pemandangan di pesisir itu semakin eksotis dengan perpaduan Gunung Agung yang biasa menampakkan gagahnya di pagi hari.

“Dengan jumlah kamar terbatas, kami sering menolak tamu karena memang seluruh kamar sudah terisi,” jelasnya.

Desy menunjukkan, di lepas pantai sejauh kurang lebih 70 meter, panorama bawah lautnya sangat indah. Disitu menjadi salah satu spot favorit untuk melakukan diving. Spot diving itu berada tepat di belakang Amed Lodge. (Way)