Menjaga Kerukunan di Pilkada Bali

    


Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sekehat (kanan) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ketua FKUB Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sekehat meminta, Pilkada Bali tidak diarahkan ke politik identitas untuk kepentingan masing-masing Paslon.

Di Seminar Kebangsaan Pesta Demokrasi Dalam Perspektif Islam dan Budaya Nusantara yang digelar di Gedung Keuangan Negara, Renon (Sabtu, 24/2/2018), Ida Penglingsir mengatakan, sudah banyak contoh yang terjadi ketika politik identitas masuk ke ranah Pilkada.

“Pilihlah yang terbaik diantara yang terbaik, atau kalaupun tidak ada yang baik, mari kita pilih yang baik diantara yang jelek-jelek,” ujar Ida Penglingsir Ida Putra Sekehat.

Pilkada, menurut Ketua FKUB Bali, menjadi tonggak untuk masyarakat memilih pemimpinnya dengan tujuan pembangunan di segala bidang. Pihaknya meminta masyarakat ikut berpartisipasi penuh mensukseskan Pilkada.

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah tokoh-tokoh muda dari Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU). Tokoh yang juga pendiri Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB), Anak Agung Ngurah Agung menyatakan, kehidupan bermasyarakat atau menyamabraya antara umat Hindu dan Muslim serta umat beragama lain di Bali, hendaknya selalu dipupuk.

Kerukunan yang sudah terjalin antar umat beragama di Bali, tidak akan berpengaruh dalam konteks apapun yang mengarah pada perpecahan.

“Kalau pondasinya kuat, bahkan di tengah memanasnya suhu politik, kita tetap akan rukun. Jadi setiap saat, kerukunan yang sebenarnya sudah kita bangun sejak dulu, harus dipelihara,” ujar AA. Ngurah Agung yang juga tokoh DPD Partai Golkar Bali ini.

Narasumber dalam seminar itu antara lain, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ketua Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Muhammadiyah, Ketua FKUB Bali dan Ketua Ponpes Diponegoro. (Way)