Menjaga Eksistensi Warisan Budaya Dunia Taman Ayun di Tengah Pandemi

    


Gerbang menuju Pura Taman Ayun Mengwi, Kabupaten Badung, Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Eskalasi covid-19 di Bali dalam masa normal baru, kembali berdampak pada sejumlah obyek wisata di Bali. Pemerintah Provinsi Bali telah memberi isyarat bakal membatasi kunjungan terhadap sejumlah obyek wisata yang sebelumnya sempat dibuka untuk domestik.

Melihat kenaikan kasus baru covid-19, pengelola obyek wisata Pura Taman Ayun pun, juga bersiap menginjak rem darurat. Penglingsir Puri Ageng Mengwi Anak Agung Gde Agung mengatakan, kunjungan ke Pura Taman Ayun sempat dibuka untuk publik mulai 1 Agustus 2020.

“Kami membuka dengan protokol covid-19 yang sangat ketat. Mulai kedatangan sudah ada plang protokol kesehatan, termasuk kelengkapan sarana sanitasi dan ukur suhu tubuh untuk pengunjung, juga kita sediakan,” kata anggota DPD RI Dapil Bali ini, Selasa, 15 September 2020.

Petugas di obyek wisata itu juga tidak mengijinkan masuk bagi pengunjung yang tidak mengenakan masker. Selama pandemi covid-19, di Pura yang dibangun pada tahun 1600-an itu juga disediakan bilik darurat untuk pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan.

“Perihal physical distancing dan personal distancing sudah kita terapkan sedemikian ketat,” jelasnya.

Agung Gde Agung menambahkan, selama kunjungan dibuka kembali, pihaknya mengaku tidak berharap banyak dari jumlah kunjungan wisatawan. Mengingat, destinasi wisata yang telah diakui UNESCO sebagai the world heritage culture itu, lebih banyak disukai oleh wisatawan yang memiliki minat terhadap warisan yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Sehingga, anjloknya kunjungan ke Pura Taman Ayun juga dirasakan oleh pengelola. Agung Gde Agung mengatakan, masa sebelum pandemi covid-19, jumlah kunjungan mencapai 1.000 orang per hari. Jika ada pertunjukan, tingkat kunjungan mencapai 2.000 wisatawan.

“Sampai dibuka pada 1 Agustus 2020 lalu, per bulan hanya 30 orang, rata-rata satu orang per hari,” kata mantan Bupati Kabupaten Badung 2 periode ini.

Namun, eksistensi Pura Taman Ayun tidak terhenti dari anjloknya tingkat kunjungan. Secara reguler, pengelola tetap melakukan promosi secara digital. Bahkan pementasan virtual berlatar Pura Taman Ayun juga sempat digarap selama masa pandemi.

Pada 20 Agustus 2020 lalu, pertunjukan virtual digarap oleh MCast Pregina Showbiz Bali. Latar belakang lokasi mengambil Pura Taman Ayun. Pementasan bertajuk ‘Bali Live in Nature’.

Penggarapan pertunjukan dilakukan dengan metode live tapping yang dapat diakses melalui YouTube.

Anak Agung Gde Agung mengatakan, sampai bulan Agustus, pihaknya tetap mempekerjakan pegawai dan memberikan tunjangan secara utuh. (Way)